Kesehatan

Pemprov Maluku Siap Distribusikan APD dan Rapid Test Covid-19 ke Kabupaten Kota

IMG-20200331-WA0122

AMBON,MALUKU – Sebanyak 2000 alat Pelindung Diri (APD) dan 6000 Rapid Test Covid-19, akan didistribusikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, melalui Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Maluku, ke rumah sakit – rumah sakit di 11 Kabupaten/Kota di Maluku yang menjadi rujukan untuk penanganan pasien Covid-19 .

” Iya benar, kita sudah menerima APD dan Rapid Test Covid-19, bantuan dari pemerintah pusat dengan rincian yakni, APD sebanyak 2000 unit dan Rapid Test 6000 unit. Semuanya akan kami distribusikan ke 11 Kabupaten/Kota, sesuai dengan kebutuhannya,” kata Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, Selasa (31/03/2020).

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Maluku ini, APD maupun Rapid Test Covid-19, akan dibagikan kepada mereka yang rentan berhubungan dengan penyebaran virus mematikan ini.

“ Jumlahnya sebenarnya masih sangat terbatas, maka akan diprioritaskan kepada mereka yang berada di ujung tombak penyebaran virus Corona, misalnya para petugas kesehatan serta keluarganya, kemudian pasien yang telah dinyatakan positif pada saat pengobatan lanjutan. Kalau untuk APD, tentunya ditujukan kepada para petugas medis yang menangani pasien virus Corona,” katanya.

IMG-20200331-WA0093

Menurutnya, jumlah tersebut terdengar banyak, tetapi setelah disalurkan ke kabupaten/kota, maka jumlah tersebut akan menjadi sedikit.

“ Untuk itu, kita maksimalkan gunakan hanya bagi yang prioritas saja,” tegasnya.

Kasrul berharap, agar penyediaan APD juga bisa dibantu oleh pemerintah kabupaten/kota, melalui intervensi anggaran masing-masing daerah. Pemerintah daerah diminta untuk melengkapi dan melindungi petugas lapangan yang bekerja melayani warganya, di garda terdepan.

” Para tenaga medis juga harus terjamin kesehatannya, saat merawat dan menangani pasien Corona. Mereka ini kelompok rentan, sehingga harus kita lengkapi dengan peralatan seperti APD yang memadai,” harapnya.

Untuk diketahui, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 Tahun 2010, APD adalah alat untuk mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh. Penggunaan APD oleh petugas kesehatan, merupakan prosedur utama dalam kegiatan pelayanan kesehatan.

Tujuannya, untuk mengantisipasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja para petugas kesehatan, khususnya berupa bahaya biologi, termasuk wabah virus Corona yang kini telah mewabah.

Sementara Rapid Test adalah, metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan Covid-19. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh, bila ada paparan virus ini.

Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh Covid-19. Namun perlu diketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

Jadi, Rapid Test hanyalah pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan untuk pemeriksaan mendiagnosa infeksi Covid-19.

Hasil positif pada Rapid Test, menandakan orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya, bisa saja mendapatkan hasil Rapid Test yang negatif, karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus ini

Karena itu, jika hasilnya negatif, pemeriksaan Rapid Test perlu diulang kembali pada 7 hingga 10 hari setelahnya. (humasmaluku)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com