Kesehatan

Gustu Covid-19 Malra : 1 Pasien Baru Status PDP dan 3 Pasien Bebas Status

IMG-20200413-WA0084
Ketua Tim Gugus Tugas Mohtar Ingratubun juga menjabat Kepala Dinas BPBD Malra (tengah) didampingi Kadis Infokom A. Walken Raharusun (kiri), dr. Katrinje Notanubun- Juru Bicara Gustu yang juga Kepala Dinas Kesehatan Malra (kanan), saat Konferensi Pers di Langgur, Senin (13/04/2020).

MALRA,MALUKU – Tim Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Corona Virus  Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), melalui juru bicara dr. Katrinje Notanubun menyatakan, Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Langgur, saat ini kembali merawat salah satu pasien yang merupakan pelaku perjalanan, warga asal Malra yang oleh tim medis RSU setempat, ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

” Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun, saat ini sedang merawat satu pasien jenis kelamin perempuan, usia 47 tahun, asal Ohoi Wab, Kecamatan HoatSorbay. Terhadap pasien PDP 02, telah dilakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) pertama dan hasilnya negatif,” ungkap dr Katrinje Notanubun, di Langgur, Senin (13/04/2020).

dr Katrinje Notanubun yang akrab dipanggil dr.Ketty ini menjelaskan, status PDP 02 yang ditetapkan pada tanggal 11 April 2020 adalah, pelaku perjalanan yang tiba dengan menumpang KM Lueser (09/04/2020) dan sementara dalam pengawasan tim medis RSU setempat.

” Terhadap PDP 02 yang merupakan pelaku perjalanan, terus dalam pengawasan tim medis, hingga menunggu hasil pemeriksaan RDT kedua, sesuai SOP 10 hari ke depan,”ujar dr.Ketty.

dr Ketty Notanubun yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malra itu merincikan, pihak RSU Karel Satsuitubun telah mencabut status Orang Dalam Pemantauan (ODP) 01 dan 02. Termasuk satu warga Langgur yang berstatus PDP 01.

” Saat ini, dua warga Malra yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) 01 dan 02, telah bebas dari status. Begitu juga dengan satu warga Langgur yang berstatus PDP 01 telah kita cabut. Terhadap ketiga warga ini, telah dilakukan pemeriksaan rapid test sebanyak dua kali dan hasilnya negatif. Dengan demikian, status ODP serta PDP yang melekat pada mereka, dicabut,” bebernya.

Dirinya menegaskan, penetapan status ODP ataupun PDP bagi setiap pasien, dengan riwayat penyakit bawaan tertentu, sudah berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP).

” Berdasarkan protap yang berlaku, yakni terhadap status ODP maupun PDP, itu dinyatakan dengan surat keterangan resmi dari rumah sakit setempat,” tandasnya.

Lanjut dijelaskannya, berbeda halnya dengan pemeriksaan yang diterapkan kepada pelaku perjalanan, baik mereka yang baru tiba atau mereka yang sementara di isolasi.

” Mereka hanya diperiksa dengan mengecek suhu tubuh menggunakan thermoscan. Apabila dalam proses pemeriksaan, ada gejala Covid-19, pelaku perjalanan dimaksud akan ditetapkan statusnya, baik itu ODP hingga lanjutannya dan oleh tim medis bisa dinaikkan menjadi PDP,” beber Notanubun.

Untuk diketahui, sebagaimana dikabarkan INTIM NEWS sebelumnya, penetapan status bagi ODP 01 berjenis kelamin Perempuan (38) beralamat di Watdek, dengan riwayat perjalanan dari luar negeri yakni Abu Dhabi.

Sementara ODP 01, ditetapkan pada tanggal 23 Maret 2020 dan untuk ODP 02 berjenis kelamin Laki-laki (51) beralamat di Wearsten, ditetapkan pada 25 Maret 2020 dengan riwayat perjalanan dari luar daerah yaitu Jawa-Bali.

Dan, status PDP 01 berjenis kelamin perempuan (27) yang beralamat di Langgur, ditetapkan pada 29 Maret 2020, dengan riwayat kontak erat dengan keluarga yang baru tiba dari Bandung, pada 16 Maret 2020. (IN09)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com