Kesehatan

DPRD Berharap, Kasus 01 Covid 19 Yang Pertama dan Terakhir di Maluku

IMG-20200318-WA0016
Asis Sangkala - Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku

AMBON,MALUKU – Pasien kasus 01 Covid 19 sudah dinyatakan sembuh oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Pencegahan Covid-19 di Maluku. Olehnya itu, DPRD Maluku berharap, pasien 01 menjadi pasien pertama dan terakhir positif Virus Covid-19.

Hal ini diungkapkan oleh Asis Sangkala, Wakil Ketua DPRD Maluku, kepada INTIM NEWS, Sabtu (02/04/2020).

” Kita tidak tahu, dalam perkembangan bisa saja terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Tentu kita berharap, kasus 01 Covid-19 yang sudah di nyatakan , semoga menjadi kasus pertama dan terakhir. Semoga saja Allah SWT melindungi kita seluruh masyarakat Maluku, ” harap Asis.

Pasalnya, menurut Anggota Legislatif (Aleg) DPRD Maluku dari Fraksi PKS ini, tentu harus kita tingkatkan kualitas pelayanan kita karena, masih banyak PDP dan ODP yang tentu punya potensi untuk meningkat status di masa-masa yang akan datang.

” Kami selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku dari fraksi PKS, mengapresiasi dan patut bersyukur kepada Tuhan dan mengapresiasi kerja seluruh tenaga medis yang telah bekerja keras, memastikan perawatan yang terbaik untuk kesembuhan pasien 01 Covid-19. Selama hampir 3 minggu, berupaya memastikan kesembuhan .
Apresiasi juga kepada gugus tugas dan seluruh jajarannya yang telah mengupayakan juga yang terbaik, bagi tenaga medis kita untuk bisa bekerja dengan aman, nyaman dan tenang, dengan memberikan berbagai macam fasilitas , memungkinkan untuk dapat melakukan perawatan, baik itu APD maupun peralatan medis, ruang isolasi di rumah sakit,” sebutnya.

Lebih lanjut Asis mengatakan, namun, sebagaimana yang diingatkan oleh saudara gubernur, tidak lengah, mengendorkan kewaspadaan kita, ayo tetap waspada, jalankan maklumat Gubernur untuk melindungi Maluku dari orang yang masuk dari luar.

” Maklumat dijalankan dengan baik, isolasi bagi penduduk luar kota Ambon dijalankan dengan benar, penuh dengan SOP dengan 1 kesiap siagaan yang memadai. Lokasi karantina memang harus disterilkan, seluruh fasilitasnya di sediakan. Baik itu untuk keperluan tenaga medis yang harus mengontrol mereka setiap saat maupun juga untuk makan, minum dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Dirinya mengimbau, untuk orang Maluku ber KTP Maluku dan baru datang, masuk dalam isolasi mandiri di rumah-rumahnya, ini harus dipastikan betul mereka memang diawasi dan dipantau, baik oleh tenaga medis kita, maupun oleh aparat penegak hukum, di wilayah kabupaten/kotanya masing-masing.

” Insya Allah, langkah kerja keras yang terus harus kita lakukan memastikan ini, di samping terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup sehat, terus mencuci tangan, menjaga jarak sosial dalam berinteraksi, mengurangi aktifitas di luar rumah atau kerumunan, lebih banyak di rumah saja. Mudah-mudahan Covid-19 di Ambon terus negatif. Insya Allah kita semua terhindar dari wabah yang sangat mengerikan ini,” pintanya. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com