Hukum & Kriminal

SBM Klaim Kerja Sesuai Prosedur, Berbanding Terbalik Dengan Pengakuan Warga Sabuai

IMG_20200302_103536

SIWALALAT,MALUKU – CV. Sumber Berkat Mandiri (SBM) klaim kerja sesuai prosedur dan ijin yang diperoleh. Namun, nyatanya berbanding terbalik dengan pengakuan warga desa Sabuai, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Hal ini terungkap, setelah DPRD Maluku melalui Ketua DPRD Lucky Wattimury dan Komisi II, melakukan kunjungan mendadak ke Sabuai, guna mendengarkan langsung apa yang sebenarnya terjadi pasca ditahannya 24 warga Sabuai karena anarkis merusak 3 alat CV. SBM dan berujung di amankan ke Polsek Werinama, beberapa waktu lalu.

IMG_20200302_104145

” Kami bekerja sesuai prosedur yang ada. Hak-hak masyarakat, fee dan segalanya kita sesuaikan dengan apa yang kita sepakati. Jadi tidak ada melanggar,” ungkap Immanuel Que Darusman, Direktur CV.SBM, di lokasi tempat penampungan kayu milik perusahaan tersebut, Sabtu (29/02/2020), di Negeri Atiahu, kecamatan Siwalalat.

Disinggung oleh warga, adanya penebangan kayu diluar area Izin Pemanfaatan Kayu (IPK), Immanuel yang lebih akrab disapa Yongky, katakan, itu hanya opini warga Sabuai.

” Itu opini mereka. Kita punya kesepakatan tidak seperti itu. Karena, ada istilah 3 gunung. Mereka mengawal kita operasi dan menjaga operasional supaya jangan ada gangguan apa,” tandasnya.

Namun, dalam pertemuan bersama pihak Polres SBT, Polsek Werinama, Pemerintah Negeri Atiahu, Pemerintah Desa Sabuai, DPRD Maluku dan warga Sabuai, di kantor desa Sabuai, pernyataan warga berbanding terbalik dengan pengakuan Yongky.

Frans Yamarua - Warga Desa Sabuai

Frans Yamarua – Warga Desa Sabuai

” Tadi kalau kami tahu ini perkebunan Pala, maka secara respon kami menolak. Tidak pernah perusahaan menyampaikan bahwa mendapatkan ijin perkebunan Pala lalu di keluarkan IPK. Tidak ada,” akui Frans Yamarua, salah satu warga desa Sabuai, disela-sela pertemuan tersebut.

Dirinya mengungkapkan, Saya lihat ini perbuatan sebab akibat. Seandainya Bos Yongki atau pihak perusahaan menghargai sasi adat yang kami lakukan, maka tidak akan terjadi seperti ini. Mari kita atur kembali.

Heran dia, ada apa dibalik semua ini? Mau tipu masyarakat? Oleh sebab itu, saya berharap, DPRD Maluku, tolong seadil-adilnya. Lihat permasalahan ini. Kami merasa tersakiti. Ini hutan kami. Kalau kami palang, negosiasi baik-baik, tidak terjadi seperti ini.

IMG_20200302_104107

” Saya juga berharap, ketika tindakan anarkis yang dilakukan oleh 24 orang. Tetapi,kenapa hanya 2 orang yang ditetapkan sebagai tersangka? Menjadi pertanyaan besar. Kalau mau tahan, tahan 24. Karena ini tindakan bersama-sama. Oleh sebab itu, 2 orang ada di Bula. Melakukan pra peradilan karena tidak puas dengan semua ini. Beta (saya-red) berharap, tolong hukum itu seadil-adilnya. Jangan tajam ke bawah tumpul ke atas. Kalau bisa, 2 tersangka yang sudah ditetapkan oleh pihak kepolisian, tolong dibebaskan. Karena ini sebab akibat,” pintanya sembari berharap. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com