Ekonomi

Januari 2020, Inflasi Maluku Meningkat

inflasi_wbhl6g

AMBON,MALUKU – Inflasi Provinsi Maluku pada Januari 2020 kembali meningkat, namun secara tahunan laju inflasi masih terkendali. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Maluku pada Januari 2020, tercatat sebesar 0,65 persen secara bulanan (month to month/mtm), meningkat dari Desember 2019 yang tercatat sebesar 0,37 persen (mtm).

Sementara secara tahun berjalan (year to date/ytd) dan secara tahunan (year on year/yoy), mengalami inflasi 0,65 persen (ytd) dan 3,06 persen (yoy) atau masih berada pada target pencapaian inflasi tahun 2020 yang ditetapkan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku adalah, sebesar 3,5 persen plus minus 1 persen (yoy).

” Inflasi Maluku pada Januari 2020, disebabkan oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mencatatkan inflasi 3,68 persen (mtm). Pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, inflasi utamanya disebabkan oleh komoditas cabai rawit, ikan layang, ikan selar dan bawang merah,” sebut Dino Syafputra, selaku Kepala Tim yang mewakili Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Maluku, Selasa (04/02/2020), dalam rilisnya yang di terima INTIM NEWS.

Dino merincikan, harga cabai kembali menunjukan peningkatan setelah sebelumnya berada pada level yang sangat rendah. Kenaikan harga cabai, disebabkan karena meningkatnya permintaan pada Januari sejalan dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

FlyerMaker_10022020_083940

Dirinya mengakui, ketergantungan Maluku untuk memenuhi pasokan komoditas bumbu dari provinsi lain, menjadi salah satu faktor tingginya inflasi Maluku. Selanjutnya, inflasi pada kelompok ini juga disebabkan oleh naiknya harga rokok kretek filter dan beberapa komoditas sayuran seperti buncis, kacang panjang dan sawi hijau.

Di sisi lain, jelasnya, kelompok transportasi mengalami deflasi pada Januari 2020. Deflasi pada kelompok transportasi , disebabkan oleh turunnya harga tiket angkutan udara. Berdasarkan hasil Survey Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, pada Januari 2020, salah satu maskapai Low Cost Carrier (LCC) telah menurunkan harga tiket hingga 16 persen.

Penurunan tersebut, ujarnya, terutama terjadi untuk rute penerbangan Ambon-Jakarta dan Ambon- Makassar. Penurunan juga terjadi pada rute LCC Ambon-Saumlaki. Selain itu, deflasi yang terjadi pada kelompok transportasi juga disebabkan oleh adanya periode promosi yang diberikan oleh salah satu maskapai full service. Maskapai tersebut, memberikan potongan harga hingga Rp 1.000.000,00 untuk rute penerbangan Ambon-Jakarta. Pada Januari 2020 juga terdapat penambahan rute penerbangan, yaitu rute Ambon-Manado dan Ambon-Denpasar-Surabaya oleh salah satu maskapai full service.

Sementara itu, pada Januari 2020, TPID Maluku bersinergi dengan Satgas Pangan untuk melakukan inspeksi dan pemantauan di pasar terhadap adanya isu beras plastik di Kota Ambon. Berdasarkan hasil inspeksi tersebut, dipastikan bahwa seluruh beras di Kota Ambon tidak mengandung beras plastik dan aman untuk dikonsumsi.

” Upaya ini dilakukan untuk memastikan harga beras tetap stabil. Selain itu, TPID Maluku juga secara konsisten melakukan implementasi Program Menanam Cabai di Lingkungan Kantor yang diterapkan oleh beberapa institusi Pemerintah Daerah dan institusi lain di Kota Ambon. Program ini, bertujuan untuk menurunkan tekanan permintaan terhadap komoditas cabai di pasar, sehingga harga cabai dapat lebih terkendali,” tandasnya.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, katanya lagi, bersinergi dengan Dinas Perhubungan, Dinas Perindag, Biro Ekonomi dan beberapa perusahaan jasa peti kemas, melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD), dalam upaya untuk mendorong implementasi program tol laut agar dapat berjalan dengan baik sehingga, masyarakat Maluku dapat menikmati harga bahan pokok yang wajar.

Inflasi provinsi Maluku sepanjang tahun 2020, diperkirakan berada pada level rendah dan stabil. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, senantiasa berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemprov Maluku dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Maluku, TPID Maluku, TPID Kota/Kabupaten se-Maluku, Satgas Pangan, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya untuk mengendalikan harga,” tutupnya.

Diketahui, adapun pengendalian inflasi di Maluku dilakukan melalui strategi kebijakan 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com