Hukum & Kriminal

Diduga Ilegal Loging, Polairud Tangkap Kapal Pengangkut Kayu

1582669761606

AMBON,MALUKU – Diduga melakukan tindak pidana ilegal logging, Dit Polairud Polda Maluku menangkap satu unit kapal kayu, bermuatan kayu campuran yang diduga kuat, tanpa dokumen pelengkap.

Diduga kayu ilegal tersebut, akan dijual di Pulau Ambon. Dimana, kapal tersebut bermuatan 10 kubik kayu campuran dan linggua. Kapal ini diamankan pada Senin (24/02/2020), di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Malteng.

Usai ditangkap, kapal tersebut dikawal menuju dermaga Mako Ditpolairud Polda Maluku di Desa Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Selasa (25/02/2020) dan tiba sekitar pukul 16.30 WIT.

” Jadi kapal ini tidak memiliki kelengkapan dokumen,” kata Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Maluku, Komisaris Besar Polisi. Harun

Dijelaskan, personil Subdit Penegakan Hukum (Gakkum), telah memeriksa isi kapal. Ternyata dalam kapal tersebut, ada muatan 10 kubik kayu campuran.

Saat petugas memeriksa dokumen muatan kayu, ternyata tidak ada dokumen berupa Surat Keterangan Sah Hasil Hutan (SKSHH). Karena tidak memiliki dokumen atas muatan kayu, petugas kepolisian langsung mengamankan kapal serta barang bukti muatan 10 kubik kayu.

1582669753203

” Kita juga amankan petugas nahkoda kapal, Dali Kelian serta dua orang anak buah kapal (ABK) Lukman Sid dan Udin Madaul . Ketiganya merupakan warga Desa Batu Asa, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur.

Dijelaskan, nakhoda kapal serta dua ABK sementara menjalani pemeriksaan intensif penyidik dengan status masih sebagai saksi.

” Bisa kemungkinan, status ketiga ABK ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka, tergantung hasil pemeriksaan penyidik serta gelar perkara nanti,” jelasnya

Dirinya menambahkan, terhadap perbuatan dugaan tindak pidana pemuatan kayu tanda dokumen ini, dapat dijerat dengan pasal 83 ayat huruf (b) junto pasal 12 huruf (e) atau pasal 88 ayat 1 huruf (a) junto pasal 16 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan. Mereka terancam hukuman kurungan penjara lima tahun serta, denda paling sedikit Rp500 juta rupiah dan paling banyak Rp2,5 miliar rupiah. (CR02)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com