Maluku

Thaher : Komitmen dan Kinerja Tolak Ukur Penilaian OPD

IMG-20200201-WA0009

LANGGUR,MALUKU – Rombak birokrasi, M. Thaher Hanubun yang menjabat Bupati Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), melantik 34 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) dan Pejabat Administrator (PA) pada lingkup pemerintahan yang dipimpinnya bersama wakil bupati Petrus Beruatwarin.

” Saya sungguh menyadari, keputusan yang diambil pasti menimbulkan kepuasan maupun ketidakpuasan bagi para pejabat. Tetapi keputusan harus dilakukan untuk mengingatkan kita, komitmen dan kinerja menjadi tolak ukur Saya untuk memberikan apresiasi dan penilaian , terhadap capaian kinerja setiap OPD,” ujar Bupati, saat menyampaikan arahannya pada acara pelantikan tersebut di Kantor Bupati Malra di Langgur, Jumat (31/01/2020).

Bupati menjelaskan, pelantikan tersebut telah melalui proses yang panjang. Dimana, bagi 12 jabatan esellon II yang lowong telah dilaksanakan seleksi terbuka dan pelaksanaan mutasi dan rotasi antar Eselon II, melalui Job Fit (Uji Kesesuaian) setelah melalui pembentukan panitia seleksi dan telah memperoleh persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang telah disahkan beberapa waktu yang lalu.

Jelasnya, Peraturan Daerah (Perda) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Nomor 04 Tahun 2019 tentang, Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Maluku Tenggara yang baru, telah mengakomodasi kebijakan nasional sebagaimana Pidato Bapak Presiden RI, tentang 5 (lima) Prioritas Kerja pada saat pelantikan Presiden/Wakil Presiden , tanggal 20 Oktober 2019 lalu.

IMG-20200201-WA0007

Antara lain, sebutnya, segala bentuk kendala regulasi harus disederhanakan, serta penyederhanaan birokrasi harus terus dilakukan besar-besaran. Secara faktual, bila kita bandingkan dengan Perda 03 Tahun 2016, terdapat 212 jabatan struktural yang ditiadakan atau dihapus.

” Makna dari penataan ini adalah, kita menginginkan Organisasi Perangkat Daerah yang adaptif, responsif, serta bergerak cepat seiring dengan pencapaian visi dan misi Kabupaten Maluku Tenggara, sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2018-2023,” katanya.

Menurut Bupati, tantangan ke depan semakin berat, dimana target-target pertumbuhan angka kemiskinan dan target pembangunan lainnya, membutuhkan kerja keras dan sinergitas seluruh komponen.

” Perkembangan masyarakat saat ini, menginginkan aparatur birokrasi harus lebih kreatif dan inovatif. Mereka yang bekerja baik, inovatif dan berprestasi akan cepat melejit naik ke puncak pimpinan organisasi, juga sebaliknya mereka yang dianggap “biasa – biasa saja” akan tergilas oleh sistem perekrutan dan sistem karier yang mengedepankan kompetisi dan profesionalisme,” bebernya.

Untuk itu , bupati menegaskan kepada para ASN pejabat OPD agar dapat bekerja lebih baik lagi, terutama yang dipercayakan memangku jabatan Eselon ll, lll dan IV harus lebih inovatif dan tidak terpaku pada pekerjaan yang monoton dan rutinitas semata, serta mampu menterjemahkan setiap kebijakan itu, dalam kerangka operasional kerja.

” Perlu Saya tegaskan sekaligus menjadi bahan renungan kita bersama, hal utama untuk mencapai kesuksesan adalah bagaimana kita mengubah mentalitas kita. Janganlah dalam pelaksanaan tugas, selalu ada prinsip “Kalau Ada Perintah Baru Mau Bekerja” dan “Kalau Ada Uang Baru Mau Bekerja”. Hilangkan prinsip ini. Harus diingat pula, PNS yang profesional dan berkinerja baik akan terus dipakai dan dibutuhkan tenaga dan pikirannya,” tegas Bupati.(IN-09).

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com