Maluku

Pertarungan di MBD Ketat, Hasil Survei Beda-Beda Tipis

82563336_2436775493206396_2132313265164779520_n

AMBON,MALUKU – Informasi yang diterima INTIM NEWS, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) adalah salah satu kabupaten peserta pilkada yang cukup menarik karena kompetisinya sangat ketat. Hasil surveinya pun beda-beda tipis. Disinggung hal ini kepada Edison Lapalelo, Rabu (22/01/2020), dirinya membenarkan hal tersebut.

“ Benar, hasil surveinya beda-beda tipis. Perbedaannya tidak jauh.  Selisihnya tipis-tipis, masih ada dalam batas margin of error plus minus 3 persen. Untuk MBD kami sudah 2 kali melakukan survei. Itu berarti, siapa yang menjadi pemenang belum bisa ditentukan, semua kandidat masih memiliki peluang yang sama. Ditentukan nanti berdasarkan, kalau calon-calon ini sudah punya wakil yang tepat, sudah punya partai politik yang tepat, baru kita bisa tahu dan memutuskan, siapa yang bisa menang. Tetapi hari ini, kenapa kita tidak bisa publis keluar?  Karena menjaga psikologis bakal calon. Hasil survei ini ada yang tinggi ada yang rendah. Walaupun beda tipis. Angka popularitas dan kesukaan ada tinggi ada yang rendah,” akuinya.

Edison selaku Direktur Parameter Konsultindo Maluku ini menyebutkan, dari data 2 kali survei kita sudah punya data perbandingan. Yang masuk survei misalnya, Benyamin Noach, Desianus Orno, Melkias Frans, Simon Mose Mahuri dan Nikolas Kilikily masing-masing elektabilitasnya dalam persentase berapa selaku bakal calon bupati MBD. Juga, Agustinus Kilikily, Wunuhalono Dahoklory, Erick Angki, Bastian Petrus, Kimdavid Markus, Rosias Utha Kabalmain dan Theny Barlola itu, persentasenya berapa sebagai  bakal calon wakil bupati MBD.

Edison Lapalelo - Direktur Parameter Konsultindo Maluku

Edison Lapalelo – Direktur Parameter Konsultindo Maluku

Sementara itu, bakal calon pasangan yang terlihat di publik dan di media sosial misalnya, pasangan Benyamin Noach-Agustinus Kilikily, Desianus Orno-Bastian Petrus, Simon Mose Mahury-Theny Barlola. Kendati demikian, pasangan bakal calon di atas secara de facto dan de jure belum. Karena, bisa saja partai memutuskan lain, walaupun secara prinsip pribadi telah memutuskan ingin dengan pilihan mereka. Tetapi bagaimana dengan sikap partai? Mungkin saja partai  pendukung bisa memutuskan lain.

Dirinya menilai, dari data yang ada dapat dikatakan semua bakal calon bupati dan wakil bupati hari ini dengan pasangannya, belum bisa dipastikan menang  karena beberapa faktor. Pertama, kepastian pasangan belum jelas. Kedua, rekomendasi partai politik juga belum jelas. Ketiga , waktu masih jauh karena masih ada waktu 7 bulan efektif untuk bekerja. Keempat yang paling menarik di MBD adalah, pilkada itu di warnai oleh interupsi-interupsi politik yang berkaitan dengan kinerja pemerintah bupati hari ini dan kasus-kasus hukum yang lagi ramai di bicarakan.

“ Kalau persoalan hukum ini dia benar-benar terbukti maka, sebesar apapun elektabilitas, popularitas kandidat calon bupati tertentu, maupun incumbent atau petahana atau pendatang baru, kalau bermaslaah dengan kasus hukum, bisa dipastikan elektabilitasnya terkuras habis. Itu kalau benar-benar terbukti ditetapkan sebagai tersangka. Tetapi, kalau hanya wacana, wacana dan wacana, itu justru terbalik memberikan kekuatan dan menguntungkan kepada calon-calon . Karena akan membuktikan militansi pendukungnya akan semakin kuat dan bertahan, sebab cuma dianggap  fitnah. Lain halnya kalau ditetapkan menjadi tersangka oleh yang berkewenangan, akan berdampak kepada elektoral calon yang bersangkutan,” jelasnya. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com