Ekonomi

Masukan Uang Ke MBD, Benyamin Noach Ingin Mekarkan 45 Dusun Jadi Desa

82786128_162833218338403_3895108980363493376_n

 

AMBON,MALUKU – Dana Desa (DD), sebagai salah satu program pemerintah pusat sangat membantu berkembangnya suatu desa menjadi desa mandiri. Olehnya itu, demi kepentingan masyarakat di kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Thomas Noach selaku bupati berkeinginan memekarkan 45 dusun dari desa induk yang ada di MBD menjadi desa.

Pasalnya, menurut Noach, kepentingan daerah sangat besar dengan adanya dana desa karena ada porsi anggaran masuk ke MBD.

Benyamin Thomas Noach - Bupati Maluku Barat Daya

Benyamin Thomas Noach – Bupati Maluku Barat Daya

“ Saya mendapat informasi, moratorium untuk desa itu sudah dibuka. Tetapi, nanti kita usul. Jadi nanti proses-proses dengan Undang-Undang Nomor 6 itu,  kita dorong. Dusun yang ada di MBD itu ada 45. Tetapi apakah itu memenuhi syarat, saya juga belum tahu karena ada persyaratan-persyaratan normative yang sesuai undang-undang, kita sama-sama dorong. Keinginan kita memang mekar. Kalau keinginan Saya sebagai kepala daerah ingin mekar semua, karena ada porsi anggaran masuk ke sana. Tetapi apakah bisa semua atau tidak, itu sama-sama kita berjuang,” jelas Noach, Sabtu (18/01/2020), di Ambon.

Bupati akui, kadang terjadi kecemburuan dari pihak dusun lantaran desa induk menyalurkan dana desa ke dusun tidak sesuai. Olehnya itu, pihak dusun ingin mengurus rumah tangganya sendiri. Kendati demikian, memang salah satu syarat normative nya harus ada rekomendasi dari desa induk untuk bisa dimekarkan.

“ Biasanya begitu. Makanya kita juga dorong. Teman-teman di dusun juga berharap supaya bisa mekar dan mengurus rumah tangganya sendiri. Saya pulang nanti kita godok. Tetapi karena ada persyaratan di Undang-Undang itu harus  ada rekomendasi dari desa induk, salah satu syaratnya itu. Mereka sudah bawa rekomendasi dari desa induk, kita proses. Pasti diproses. Kepentingan daerah besar untuk itu. Karena anggaran daerah cukup besar. Kalau 45 dusun itu seandainya dimekarkan, rata-rata Rp1 miliar, berarti Rp 45 miliar sudah masuk ke MBD,” ujarnya. (IN06)

 

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com