Maluku

Langkah Maju, Dinas Pertanian Malra Canangkan Sistem Irigasi Pintar Melalui Handphone

IMG-20191218-WA0014

MALRA,MALUKU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) , mulai menerapkan teknologi informasi dalam usaha pertanian yang disebut irigasi pertanian pintar. Memasuki era revolusi industri 4.0, berbagai aktivitas sosial, pendidikan dan ekonomi selalu terintegrasi Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), termasuk di dalamnya pada pembangunan pertanian.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Malra, Ir. Petrus Beruatwarin, saat membuka acara pencanangan Smart Farming Irrigation tahun 2019, yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Malra di Aula Kantor Bupati di Langgur (16/12/2019).

” Ciri-ciri majunya pembangunan pertanian adalah, mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan terpenuhinya kesejahteraan petani. Selain itu, mempunyai daya saing ekspor. Pertanian akan sulit mencukupi kebutuhan penduduk kita yang terus bertambah, tanpa teknologi,” ungkapnya.

Wakil Bupati mengatakan, teknologi pertanian pintar atau smart farming akan memungkinkan petani, mengelola usaha taninya dengann efisien untuk mencapai target produksi dan kualitas produk yang berdaya saing sehingga, bahan pangan dapat tersedia bagi pemenuhan konsumsi masyarakat Malra, sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

IMG-20191218-WA0012

” Pencanangan Smart Farming menjadi sesuatu hal yang luar biasa untuk pertanian ke depan. Saya instruksikan kepada seluruh jajaran Dinas Pertanian, agar berbenah diri dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan. Sehingga, dapat menerapkan smart farming berbasis internet of things (IoT) yang mengkoneksikan sarana berupa alat mesin pertanian dengan internet, melalui smarthpone maupun gadget lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya, pencanangan smart farming merupakan momentum penting serta awal yang baik, bagi berkembangnya pertanian berbasis teknologi di Malra.

” Dengan smart irigation yakni, sistem irigasi yang dikembangkan dengan memanfaatkan internet dan smartphone, bertujuan untuk efektifitas dan efisiensi petani dalam pengelolaan usaha tani, layak diberikan penghargaan dan apresiasi,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Malra, Felix B. Tethol, dalam laporanya mengungkapkan, RPJMD periode 2018-2019 Pemda Malra, dalam menjalankan misi mengembangkan ekonomi yang berdaya saing, Dinas Pertanian dituntut dalam hal peningkatan kesejahteraan petani, peningkatan nilai tukar pertanian, peningkatan pertumbuhan sektor pertanian dan penyerapan tenaga kerja, terutama dari kaum milenial.

Tethol mengakui, masalah yang dihadapi dalam pembangunan pertanian di daerah yakni, menurunnya jumlah tenaga kerja petani dan saat ini petani rata-rata berumur 50 tahun. Selain itu, masalah keterbatasan sumber air, jumlah produktivitas dan kontiniutas yang rendah.

” Tuntutan dan permasalahan tersebut, sudah tentu bukan hal yang mudah untuk dicapai. Maka Dinas Pertanian terus berupaya, mencari cara atau metodologi demi pencapaian tujuan sehingga, penerapan smart farming (pertanian pintar) berupa irigasi tetes dan irigasi berbasis teknologi informasi, hari ini kita canangkan,” tandas Felix.

Sementara itu, terkait teknis pelaksanaan smart farming irigation, Mahfuz As Syukury Rumra, selaku alumni Diklat Pim IV angkatan XXIV Tahun 2019 BPSDM Provinsi Maluku itu menjelaskan, ada beberapa persoalan yang dihadapi di Kabupaten Malra.

Antara lain, terkait dengan irigasi, yakni pertanian Malra, merupakan pertanian lahan kering sehingga, debit air yang tersedia sangat kecil. Kemudian kurangnya sumber air tanah dan air permukaan. Yang kedua, pengaruh perubahan iklim yang berimbas terjadinya kemarau panjang, sehingga petani sangat kekurangan air, ditambah kurangnya pengetahuan aparatur, terhadap pemanfaatan teknologi irigasi.

” Menyikapi persoalan tersebut, kami telah melakukan uji coba dengan dua tipe. Pertama melalui sistem, Irigasi Tetes (great irigasi ), yang langsung mengena pada akar tanaman. Manfaatnya sudah tentu menghemat air, waktu, tenaga kerja dan biaya. Kedua, SMS (Short Message Service), dimana ada beberapa item alat yang kita rangkai sehingga , kita dapat menyiram dan mengontrol jalannya air menggunakan handphone (HP) kita sendiri, yakni melalui pesan singkat/ SMS control,” jelas Rumra.

IMG-20191218-WA0013

Rumra menambahkan, jadi dimanapun kita berada, jika ada jaringan nir kabel maka, kita dapat melakukan penyiraman pada tanaman kita , sekalipun jauh dari lokasi pertanian. Hal ini tentunya, menjadi sesuatu yang sangat baik dan langkah maju untuk memajukan sektor pertanian di Malra, demi kesejahteraan masyarakat.

Pantauan INTIM NEWS, demonstrasi melalui video siaran langsung penerapan smart farming irigation pada lahan pertanian di Ohoi (Desa-red) Wearlilir, uji coba jaringan irigasi penyiraman tanaman, pada lokasi tersebut dikendalikan dengan menggunakan handphone milik Wakil Bupati Malra yang berada di aula kantor Bupati Langgur, mendapat sambutan aplause dari pimpinan OPD, Organisasi Kepemudaan, Kepala Pertanian dan jajaran serta, petani maupun kelompok tani yang hadir di acara pencanangan tersebut. (IN-09)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com