Maluku

Bupati : Liga Askab Awal Kebangkitan Sepakbola Malra Yang Tertidur Lama

IMG-20191208-WA0026

MALRA,MALUKU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) bersama Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI , mengelar Liga Askab Tingkat Kabupaten Malra, yang memperebutkan Piala Bupati Maluku Tenggara I Tahun 2019, yang dipusatkan di Stadion Maren Langgur, Sabtu (07/12/2019).

Bupati Malra, M. Thaher Hanubun, saat membuka liga tersebut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pengurus Askab dan pengurus Football Club, atas terselenggaranya Liga Askab tersebut.

Menurut Bupati, liga tersebut merupakan langkah awal kebangkitan olahraga sepak bola di Malra.

IMG-20191208-WA0025

” Ayo bangkit , mari bersama kita bangun Maluku Tenggara yang sudah tertidur lama di bidang olahraga sepak bola. Saya yakin dengan kemampuan dan bibit unggul potensial yang ada saat ini, maka sepak bola Malra akan kembali bangkit,” ujar Bupati.

Untuk itu, Bupati mengajak seluruh pihak terlebih para pengurus club sepak bola untuk terus bersemangat, dalam membina tim anak-anak muda Malra dan lebih mengedepankan sportifitas dan semangat fair play.

” Figthing spirit harus datang dari setiap individu, lebih khusus pengurus club, pelatih dan pemain. Semangat dalam tim work dan bersinergi untuk mencapai target secara bersama sama, jangan menunggu orang lain untuk bangga dengan kita, tetapi kita harus bangga dengan kemampuan diri kita sendiri, kita harus bisa menciptakan pemain sepakbola dari Kei, Malra untuk Indonesia,” ungkapnya.

Bupati dihadapan para pengurus dan club sepak bola, menginstruksikan kepada Kadispora Malra, agar memberikan hadiah berupa 10 buah bola kepada 22 club sepakbola di Malra, sebagai langkah awal dengan harapan sepak bola Malra akan bangkit dan jauh lebih baik.

” Langkah awal kebangkitan sepak bola maka di bulan Januari , ada 220 bola standar PSSI kita berikan kepada 22 club. Kita sudah punya stadion yang cukup bagus, kita juga punya pelatih fisik yang luar biasa, Agus Ngamel dan banyak pelatih mantan pemain Persemalra yang sudah teruji, tinggal kita padukan falsafah orang Kei, “Satukan Hati dan Pikiran Jadi Satu”, maka pasti Kita bisa dan akan lebih baik lagi,” ajaknya.

IMG-20191208-WA0024

Sementara itu, Ketua Panitia Askab PSSI Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Johanis Bosko Rahawarin, dalam laporannya menyebutkan, olahraga sepak bola sangat diminati oleh seluruh kalangan masyarakat, baik di perkotaan sampai ke pelosok Ohoi-Ohoi (Desa-red).

Olehnya itu, minat dan bakat sepak bola sangat berbeda dengan olahraga Iainnya, atau boleh dikatakan familiar dalam kehidupan masyarakat.

Bosko katakan, Askab PSSI Malra dengan semangat dan cita-cita membangkitkan olahraga sepak bola, menjadi jembatan kebangkitan sepak bola di Malra yang dalam beberapa waktu lalu mengalami kemerosotan. Padahal, Malra pernah memiliki nama besar di kancah nasional , melalui tim yang dijuluki Tombak Merah dari Timur yaitu PERSEMALRA.

” Untuk itu, Liga Askab yang diikuti 22 tim terdiri dari 25 Pemain dan 5 Offlsial, Iebih mengutamakan bibit-bibit muda masa depan U-16 serta berkolaborasi pemain senior U-21 tiga pemain, yang secara teknis sudah dilakukan screening atau pemeriksaan berkas/data pemain secara transparan, jujur dan adil,” beber Rahawarin. (IN-09)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com