Kota Ambon

Yang Paling Penting Di Kawasan Timur Indonesia Membangun Manusianya

IMG_20191128_161331

AMBON,MALUKU – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Alan Christian Singkali mengungkapkan, membangun kawasan timur Indonesia yang paling penting membangun manusianya.

” Yang paling penting di kawasan timur Indonesia adalah, bagaimana kita menbangun manusia nya,” kata Alan kepada sejumlah wartawan, usai pembukaan Konsultasi Regional GAMKI Kawasan Timur Indonesia, Kamis sore (28/11/2019), di Baileo Oikumene.

Alan menilai, ketika pemerintah bersinergi bersama masyarakat, ormas untuk bisa bersinergi membangun manusia nya, Saya yakin kita tidak akan memulai dari nol lagi.

Alan Christian Singkali - Ketua DPP GAMKI

Alan Christian Singkali – Ketua DPP GAMKI

Menurutnya, suatu waktu manusia- manusia yang kita bangun itu yang akan terus membangun. Apalagi di kawasan timur Indonesia yang terpinggirkan dan termiskin.

” Suatu waktu kita akan melihat kawasan timur yang Indonesia, sejak dari mulanya sebenarnya, punya banyak potensi sumber daya alamnya, untuk kita jadikan objek pembangunan. Tetapi sumber daya manusianya yang kita jadikan kekuatan, untuk membangun bangsa dan negara tercinta,” sebutnya.

Acara Pembukaan Konsultasi Regional GAMKI Kawasan Timur Indonesia, Ambon (28/11/2019)

Acara Pembukaan Konsultasi Regional GAMKI Kawasan Timur Indonesia, Ambon (28/11/2019)

Alasan Alan mengatakan hal tersebut, agar pemerintah itu tidak salah kaprah, bahwa memang penting infrastruktur, memang penting bangun banyak bangunan untuk mempermudah keterhubungan semua tempat, menjadi saluran distribusi baranģ. Namun, paling penting membangun manusianya.

Sementara itu, Johan Rahantoknam selaku Ketua DPD GAMKI Maluku menambahkan, kegiatan konsultasi regional bukan hanya seremonial saja, namun kegiatan ini ada target.

” Kegiatan ini bukan hanya seremonial saja, kegiatan ini ada target. Targetnya supaya diketahui, kawasan timur adalah kawasan termiskin dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Kita ini tidak ada di meja perundingan nasional. Kita ini tidak ada dalam kereta yang disebut NKRI. Kalau kita ada dalam kereta NKRI, tentunya pembangunannya harus merata. Kita tidak ada,” sebutnya.

Menurut Johan, GAMKI menjadi center of excellent movement. Kita akan tetap bergerak kesitu, berapa pun orangnya, berapapun adanya, kita akan bergerak ke situ.

Ujarnya, kita harus mengatakan, negara harus ingat kita. Makanya pertemuan regional ini penting, untuk merumuskan langkah-langkah taktis dan memberikan masukan kepada pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Johan Rahantoknam - Ketua DPD GAMKI Maluku, saat menyampaikan sambutannya.

Johan Rahantoknam – Ketua DPD GAMKI Maluku, saat menyampaikan sambutannya.

” GAMKI mencoba polanya tidak lagi di jalan-jalan tetapi , polanya diskusi dan hasil diskusi diserahkan. Supaya itu ada dokumen,” ungkapnya.

Kendati demikian, yang paling utama dari konsultasi tersebut, tambahnya, konektivitas antar pulau, kesehatan, pendidikan dan lainnya.

” Bicara kesehatan, pendidikan, infrastruktur kita tertinggal. Kami mengajak kawan-kawan di kawasan ini, kita berpikir, kita terpuruk. Bagaimana mau menghadapi era digital kalau posisi kita begini,” tutupnya. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com