Buru Selatan

Kritisi Masalah Transportasi Laut Di Bursel, AMPERA Datangi Kantor DPRD Maluku

IMG-20191112-WA0024

AMBON,MALUKU – Sekumpulan anak muda, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA), mendatangi Kantor DPRD Maluku di Karang Panjang Ambon, guna mengkritisi persoalan transportasi laut di Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

IMG-20191112-WA0026

Kritikan AMPERA tersebut , dikemas dalam bentuk demonstrasi di depan Kantor DPRD Maluku, Selasa (12/11/2019). Abbas Souwakil selaku Ketua Umum Ampera menyampaikan 5 pernyataan sikap yang dibacakan secara bergantian dengan Ahmad Latuconsina sebagai Sekjen, Fahmi Fatsey sebagai Korlap I dan Erwin Kamaru bertindak sebagai Korlap II.

Kelima tuntutan berbentuk pernyataan sikap yang diungkapkan AMPERA , yakni, pertama, meminta pemerintah provinsi Maluku, menegur dan mendesak pemerintah kabupaten Bursel, terkait dengan permasalahan transportasi laut kabupaten Bursel. Kedua, meminta pemerintah provinsi dan DPRD Provinsi Maluku, untuk mengkoordinasikan stakeholder dalam hal ini , pemerintah Bursel dan Direktur PT . Bupolo Gidin, dalam hal ini sebagai penanggung jawab.

Ketiga, mendesak pemerintah provinsi dan DPRD Provinsi Maluku, mendesak pemerintah kabupaten Bursel, untuk memecat Dirut PT Bupolo Gidin , kabupaten Bursel karena tidak mampu menyelesaikan persoalan transportasi laut kabupaten Bursel. Keempat, meminta pemerintah provinsi Maluku, menambahkan armada kapal Iaut kabupaten Bursel, yang beroperasi di semua kecamatan di kabupaten Bursel.

IMG-20191112-WA0027

Kelima, meminta pemerintah provinsi dan DPRD Provinsi Maluku, mendesak pemerintah kabupaten Bursel untuk mengalihkan transportasi laut (Fery) yang dikelola oleh PT Bupolo Gidin ke ASDP.

Kelima tuntutan AMPERA ini disampaikan, lantaran
permasalahan transportasi laut di kabupaten Bursel bukan permasalahan yang sederhana. Persoalan ini, berdampak terhadap berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat di kabupaten Bursel.

Atas situasi tersebut, akses ekonomi menjadi salah satu permasalahan, dalam mandeknya transportasi . Di samping itu, pusat aktifltas berada di Kota Namrole, baik aktifitas ekonomi pemerintahan dan lain sebagainya.

IMG-20191112-WA0034

” Tetapi dengan transportasi yang tidak masuk sampai ke seluruh kecamatan di kabupaten, maka ini menjadi persoalan yang sangat krusial karena, berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Untuk itu, dengan aksi pada hari ini, kami meminta kepada pemerintah provinsi dan DPRD Maluku, mendesak pemerintah kabupaten Bursel, menyelesaikan persoalan transportasi laut di Bursel,” ungkap Abbas Souwakil, selaku Ketum AMPERA sekaligus penanggung jawab aksi demonstrasi, saat berorasi di halaman kantor DPRD di hari yang sama.

Sementara itu, Anos Yermias sebagai Ketua Komisi III, didampingi Wakil Ketua Komisi Hatta Hehanussa dan Irawadi selaku Anggota, menerima AMPERA duduk bersama di Ruang Komisi III.

IMG-20191112-WA0036

Dalam arahannya, Anos menegaskan, sebenarnya, permasalahan transportasi laut di Bursel, menjadi tanggung jawab penuh Dinas Perhubungan kabupaten.
Namun, karena AMPERA sudah hadir menyampaikan aspirasi di DPRD Maluku, sudah menjadi kewajiban DPRD khususnya Komisi III, membantu cari jalan keluarnya.

” Terkait penambahan armada di Bursel, kami lewat Staf Komisi akan mencatat apa yang menjadi tuntutan adik-adik dari AMPERA. Untuk Sabuk Nusantara 72 yang saat ini melayari rute Ambon-Ambalau-Namrole, kami akan meminta pihak-pihak terkait guna penambahan rute baru agar akses ke beberapa kecamatan yang memiliki dermaga, bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat,” jelas Anos, politisi Partai Golkar Maluku ini. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com