Maluku

Tim OPSI SMAN 1 Masohi Sabet Penghargaan Di Solo

IMG-20191020-WA0052

MASOHI, MALUKU – Berbekal ilmu dan pengetahuan melalui hasil penelitian siswa, tim Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dari SMAN 1 Masohi yang mewakili Provinsi Maluku , berhasil menyabet penghargaan khusus OPSI tingkat nasional 2019, yang terselenggara di kota Solo, Provinsi Jawa Tengah, sejak tanggal 14 sampai 20 Oktober tahun 2019.

Tim OPSI SMAN 1 Masohi yang diwakili oleh Hari Richard Pattiradjawane dan Juan Marchel Paulus, mampu membawa harum nama baik Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) , dalam ajang OPSI tahun 2019 di kota Solo.

Melalui hasil penelitian dengan judul ” Kajian Nilai Didaktis Folklor Lisan Kapata Siwalima Sebagai Perekat Kerukunan Remaja Multietnik dI Kota Masohi”, maka tim OPSI SMAN 1 Masohi di nilai mampu menganalisis, mengkaji dan memaparkan hasil penelitiannya, di ajang OPSI 2019 dengan baik oleh kedua peserta sebagai perwakilan provinsi Maluku.

IMG-20191020-WA0056

Hal ini di ungkapkan Alfred Joseph Tibalilatu, yang merupakan guru pembimbing saat di hubungi media ini, Minggu (20/10/2019) melalui sambungan telepon selulernya.

Tibalilatu dalam keterangannya mengatakan, ajang OPSI merupakan ajang penelitian bagi peneliti muda Indonesia di seluruh tanah air , termasuk di SMAN 1 Masohi.

Kendati demikian, Tibalilatu menjelaskan, Tim OPSI SMAN 1 Masohi yang di wakili oleh Hari Richard Pattiradjawane dan Juan Marchel Paulus, dalam pemaparan hasil penelitian , di nilai sangat mampu dan baik dalam memaparkan hasil penelitian tersebut.

“Materi hasil penelitian kedua peserta itu, saat di paparkan semua dewan juri maupun peserta yang lain, sangat terharu dan kagum atas materi yang di sajikan tim,” cetusnya.

Sebutnya, sebagai guru pembimbing yang selalu membimbing mereka, dalam proses penelitian sampai pada menelaah dan pemaparannya, Saya sangat kagum dan mengapresiasi kemampuan dan kecerdasan mereka.

Dirinya menerangkan, mereka mampu mempresentase apa yang menjadi hasil penelitian mereka di depan juri dan peserta lain karena, dalam pemaparannya juga mereka berdua bisa menganalisa hal-hal apa saja yang akan terjadi di lingkungan sekitar, baik di lingkungan sebagai anak-anak adat di masyarakat bahkan juga, di lingkungan sekolah sebagi tempat berkumpul siswa yang terdiri dari berbagai suku, agama, etnis maupun ras yang ada.

” Dari hasil analisis tersebut, kedua perwakilan ini bisa memaparkannya dengan melakoni bahkan, memberikan kajian-kajian baru tentang bagaimana solusi yang di hasilkan, sesuai dengan fakta-fakta dalam mengadipsi “Kapata Siwalima” , sebagai alat perekat kerukunan remaja di masa kini maupun masa yang akan datang,” jelas Tibalilatu.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kalau ajang OPSI tingkat Nasional tahun 2019 ini , di fase menjadi 3 bidang penelitian yaitu, bidang Matematika Sains dan Teknologi, Fisika Terapan dan Rekayasa serta bidang Ilmu Sosial Humaniora.

Ujarnya lagi, ajang OPSI yang di ikut sertakan oleh perwakilan SMAN 1 Masohi tersebut, merupakan bidang Ilmu Sosial Humaniora . Dimana bidang ini, menggambarkan filosofi kehidupan masyarakat yang memiliki adat dan budaya, terutama kabupaten Maluku Tengah yang di sebut dengan kota gotong-royong atau bumi Pamahanunusa.

Selain pemaparan hasil penelitian, kata dia, yang menjadi penilaian, mereka berdua juga dinilai mampu dan berhasil dalam menyajikan siklus kehidupan masyarakat Maluku, pada ajang pameran OPSI tahun 2019 di Solo kemarin.

IMG-20191020-WA0054

Dalam pameran tersebut , jelas Tibalilatu, Hari dan Juan juga menyajikan ciri khas masyarakat Maluku seperti pakaian adat, tifa, tahuri maupun makanan khas orang Maluku seperti sagu lempeng, bagia, sarut dan makanan khas lainnya.

” Mereka berdua mampu mengadopsi jawaban- jawaban kepada panitia, maupun pengunjung sesuai pertanyaan sehingga, ada nilai tambah bagi mereka bahkan panitia dan dewan juri serta pengunjung menjadi kagum , atas apa yang menjadi inspirasi mereka berdua ,” tandasnya.

Selain itu , ditanya apakah ada peluang dari SMAN 1 Masohi untuk mengikuti OPSI di tahun-tahun mendatang? Tibalilatu mengatakan, SMAN 1 Masohi kini sedang mengembangkan bidang penelitian yang merupakan bidang untuk menggali potensi siswa dalam belajar, berkreasi dan kreatif.

Itu artinya, tambahnya, ada banyak potensi dan kemampuan siswa pada SMAN 1 Masohi, untuk bisa berkembang dan maju dalam berbagai ilmu dan pengetahuan , pada era globalisasi saat ini.

” Makanya, selalu Saya tekankan kepada siswa dan siswi di SMAN 1 Masohi untuk terus giat belajar, berusaha dan berkreasi , agar bisa menjadi yang terbaik guna bisa di ikutkan dalam berbagai ajang-ajang lomba, baik di tingkat nasional maupun internasional,” harap Tibalilatu. (IN18)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com