Ekonomi

Pemda KKT Berharap Inpex Masela Mampu Hasilkan Vendor Produktif

1571619284911

SAUMLAKI,MALUKU – Dilansir dari website resmi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), tertera, Perusahaan pengelola Lapangan Gas Abadi Blok Migas Masela, Inpex Masela Ltd, kembali melakukan tahapan-tahapan menuju proses produksi dan salah satu kegiatan tersebut adalah, kegiatan sosialisasi kepada penyedia barang dan jasa di KKT, dalam rangka mendukung survei pengembangan lapangan gas abadi.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah KKT berharap, dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, Inpex Masela mampu menghasilkan calon kontraktor di Tanimbar (vendor lokal) yang mampu untuk bersaing dan memiliki kualifikasi yang dibutuhkan, dalam proses lelang paket-paket pekerjaan milik perusahaan multinasional tersebut.

“ Saya berharap sekali, melalui sosialisasi ini, ke depannya bisa menghasilkan calon-calon penyedia barang dan jasa, vendor lokal di Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini, yang memenuhi syarat untuk melaksanakan berbagai pekerjaan di Blok Masela nanti,” harap Bupati KKT, Petrus Fatlolon, di Saumlaki, Provinsi Maluku, Rabu (16/10/2019).

Menurut Bupati, aturan di bidang Migas sangat ketat dan jika kita mengikuti ketentuan tersebut, maka dipastikan kontraktor lokal, vendor lokal, penyedia barang dan jasa di Kota Saumlaki dan sekitarnya, tidak akan kebagian untuk ikut dalam tahapan pekerjaan tersebut.

“ Oleh karena itu, sosialisasi ini sangat penting dalam rangka mempersiapkan administrasi umum dari sebuah perusahaan,” ujarnya.

Menurutnya, Inpex sebagai perusahaan yang menguasai teknis penyedia barang dan jasa, wajib untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada para vendor lokal , agar dapat menghadapai persaiangan dunia usaha di bidang migas. Selain Inpex Masela, Bupati juga berharap kepada SKK Migas sebagai perpanjangan tangan pemerintah, agar dapat membuat komitmen terhadap hal tersebut.

Bupati mengingatkan, jika vendor lokal tidak memiliki dasar yang kuat maka, akan kalah bersaing dengan vendor besar, kontraktor-kontraktor besar yang datang dari luar seperti Jakarta, Surabaya bahkan dari luar negeri.

Pria yang juga memiliki pengalaman sebagai kontraktor migas kurang lebih 20 tahun tersebut mengajak, tidak saja sebatas sosialisasi kepada vendor lokal tetapi, mesti dilatih dan melakukan pemetaan pekerjaan berdasarkan kualifikasi usaha. SKK Migas dan Inpex mesti inventarisir jenis-jenis pekerjaan apa saja yang akan dikerjakan.

“ Bagi porsi, porsi ini untuk kontraktor dari luar negeri karena teknologi tinggi, porsi ini untuk kontraktor dari Jakarta dan Surabaya karena teknologi sedang, porsi ini untuk kontraktor lokal karena tidak membutuhkan teknologi tinggi. Harus ada porsi, harus ada jatah,” sebutnya.

Sebagaimana diketahui, kegiatan sosialisasi yang dilakukan Inpex Masela saat ini, bertujuan untuk mendukung kegiatan FEED (Front End Engineering Design) survey atau desain detail yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Survey tersebut dimaksudkan untuk, mendapatkan data cuaca, iklim dan gelombang serta sampling, sifat, kekuatan dan stabilitas tanah sehingga data tersebut, dapat menjadi dasar pengembangan lapangan gas abadi.

Perlu diketahui juga, kegiatan FEED Survey akan dilakukan oleh kontraktor yang ditunjuk Inpex melalui proses lelang. Tentunya, kontraktor membutuhkan dukungan dari perusahaan penyedia barang dan jasa di Tanimbar (vendor lokal), yang harus memenuhi persyaratan administrasi dan K3LL (Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lindung Lingkungan), di lingkungan industri minyak dan gas.

“ Kami berharap kegiatan sosialisasi ini, dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat positif, bagi kita semua dalam mendukung keberhasilan pengembangan lapangan Gas Abadi,” pungkas Zaki Zein selaku Manager Government Relation and Advocacy Inpex Masela, dalam sambutannya pada acara pembukaan kegiatan sosialiasi tersebut. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com