Kota Ambon

Dampak Gempabumi 5,2 Magnitudo, 3 Bangunan Milik Pemkot Ambon di Passo Rusak

IMG-20191011-WA0000

AMBON,MALUKU – Gempabumi berkekuatan 5,2 magnitudo yang mengguncang Kota Ambon tadi, sekitar pukul 13:39:44 Wit, mengakibatkan sejumlah bangunan di Kota Ambon rusak.

Tiga di antaranya adalah, bangunan milik pemerintah kota (Pemkot) Ambon yakni, Ambon Music Office (AMO) dan gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Meteorologi Legal Ambon dan Kantor Dinas Sosial yang terletak di Negeri Passo, Kecamatan Baguala , kota Ambon, Kamis (10/10/2019).

Direktur AMO, Ronny Loppies saat dikonfirmasi INTIM NEWS melalui telepon selulernya mengatakan, kerusakan yang terjadi di bagian bubungan atap gedung.

” Akibat dari gempa ini, merusak bumbungan bagian atas kantor . Namun, di dalam ruangan belum dapat dipastikan karena sampai dengan saat ini, kami belum berani masuk ke dalam untuk melihat keadaan di dalam,” ungkap Ronny.

IMG-20191010-WA0062

Dirinya mengaku , saat kejadian gempa terjadi, dirinya tidak berada dalam kantor dikarenakan tengah menjadi juri pada Pesparawi tingkat kecamatan di Kecamatan Baguala yang digelar hari ini.

Pasca kejadian tersebut , Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler bersama dengan Sekretaris Kota Ambon A.G.Latuheru, turun langsung mengunjungi kompleks perkantoran yang berlokasi di Jalan Upua Baguala.

” Beberapa jam pascagempa , saya bersama dengan Pak Wakil Walikota Ambon serta s Bapak Sekretaris Kota Ambon dan beberapa pimpinan OPD, langsung turun dan mengunjungi kompleks milik pemerintah Kota Ambon, di jalan Upua Baguala tersebut. Setelah meninjau kerusakan, khususnya terjadi pada 3 bangunan, yakni , Kantor Dinas Sosial, kantor Meteorologi serta kantor Amo. Menurut Wakil Walikota, gedung tersebut tidak dapat dipergunakan lagi,” ungkap Ronny mengutip Wakil Walikota.

Dikatakannya, paska gempa yang terjadi dari pagi hari sampai dengan saat ini, pihaknya belum berani masuk ke dalam kantor tersebut , walaupun status kantor hanyalah sementara.

” Gedung kantor AMO, di dalamnya berisi peralatan musik, berbagai piringan hitam, karya dari Kace Hehanusa ,Hawaian pertama milik Bing Leiwakabessy serta peralatan musik sehari-hari lainnya,” sebutnya. (CR01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com