Maluku

Bupati Malra Minta Perhatian Direktur PLN MMU Serta Pusat Soal Listrik Di Kei Besar

IMG-20191020-WA0067

MALRA,MALUKU – Bupati Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), M. Thaher Hanubun, bersama sejumlah pimpinan OPD, kembali melaksanakan kunjungan kerja ke Kecamatan Kei Besar. Kunjungan kerja Bupati itu menjadi kesekian kalinya. Hal ini menunjukkan niat dan komitmen Bupati, untuk melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat yang ada di Kei Besar, sekaligus langkah dan kebijakan kongkrit untuk mengatasi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan, di wilayah tersebut.

M.Thaher Hanubun - Bupati Kabupaten Maluku Tenggara saat kunker ke Kei Besar

M.Thaher Hanubun – Bupati Kabupaten Maluku Tenggara saat kunker ke Kei Besar

Bupati menuturkan, pihak PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara (MMU) , di Kei Besar Utara Timur dan Utara Barat sudah hampir lima tahun, hanya memasang tiang dan kabel yang belum juga dialiri listrik dan hingga kini , sebagian tiang dan kabelnya jatuh berserakan ke tanah, sehingga warga harus mengandalkan pelita atau mesin genset untuk penerangan. Untuk itu, Saya minta perhatian Direktur PLN MMU serta pusat soal listrik di Kei Besar.

” Tunggakan rekening listrik di masyarakat Pemda sudah selesaikan, lahan untuk PLN juga sudah kita bebaskan, tetapi kenapa hingga kini masyarakat belum menikmati listrik. Saya minta perhatian dan tanggung jawab Direktur PLN Maluku dan Maluku Utara, juga Direktur PLN Pusat, agar datang dan menyaksikan pekerjaan anak buahnya, termasuk proyek PLTS yang terbengkalai di Desa Rahareng,” tegas Bupati.

Bupati mengisahkan, di Kei Besar, di Ohoi (Desa-red) Ad, anak-anak harus berjalan kaki berkilo-kilo meter untuk sekolah dan untuk belajar pada malam hari, mereka hanya menggunakan lampu pelita, pemenuhan air bersih yang berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat, serta kehidupan sosial dan ekonomi warga di daerah itu, sangat jauh dari kata sejahtera.

” Saya sungguh-sungguh prihatin dengan kondisi masyarakat Kei Besar. Saya datang dan melihat sendiri, bukan duduk di belakang meja dan menerima laporan. Infrastruktur serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat di wilayah Kei Besar Utara Barat, Kei Besar Utara Timur dan Kei Besar secara umum, masih mengalami kesulitan,” sebut Bupati.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik PT PLN yang dibiarkan terbengkalai di Kei Besar

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik PT PLN yang dibiarkan terbengkalai di Kei Besar

Dirinya menyatakan, bersama beberapa teman blogger dan wartawan dari Jakarta beberapa hari lalu, melakukan ‘touring’ dengan sepeda motor ke Kei Besar. Hal itu sengaja ia lakukan, agar para wartawan dari Jakarta ikut melihat dan merasakan secara langsung kehidupan masyarakat di daerah itu.

” Saya sudah cerita ke banyak orang, baik di Malra, Maluku, maupun Jakarta. Namun mereka seakan-akan tidak percaya. Karena itulah, Saya sengaja mengajak teman-teman blogger maupun media dari Jakarta, agar dapat menyampaikan pesan bahwa kita juga adalah bagian dari Indonesia yang juga butuh perhatian pemerintah pusat,” ungkapnya.

Menurut Bupati, angka kemiskinan tertinggi terjadi di sebagian wilayah di Kei Besar, disebabkan karena belum terpenuhinya kebutuhan listrik, transportasi jalan dan jembatan, juga pemenuhan air bersih untuk masyarakat.

IMG-20191020-WA0064

” Kalau persoalan listrik, jalan dan air bersih ini terpenuhi, maka kita sudah bisa menjawab dan mengatasi angka kemiskinan masyarakat,” katanya.

Bupati merincikan, kondisi jalan di Kei Besar Utara Barat, jalan dan jembatan pun belum memadai, kebutuhan kesehatan maupun pendidikan masih minim, serta lainnya masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Sehubungan dengan itu, Bupati menyatakan dirinya bertekad memperjuangkan agar masyarakat di Kei Besar, bisa merasakan apa yang dirasakan oleh warga di ibu kota kabupaten, provinsi, Jakarta dan kota besar lainnya.

” Selaku bupati, sebagai orang yang memimpin daerah saat ini, Saya bertanggung jawab, mudah-mudahan dalam sisa waktu ini, Saya dapat memenuhi harapan-harapan ini dan juga Saya harap kepala negara atau Presiden, agar dapat memperhatikan daerah ini. Kami tidak mengemis, tetapi kami punya hak untuk diperhatikan,” pungkasnya sembari mengimbau.

(IN-09)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com