Lintas Peristiwa

September 2019, Terjadi 11 Kali Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Malteng

IMG-20190918-WA0061

MASOHI,MALUKU – Wakil Bupati Maluku Tengah (Malteng), Marlatu L. Leleury, membeberkan, di bulan September 2019 kebakaran hutan dan lahan telah terjadi 11 kali . Demikian disampaikan Leleury, saat menyampaikan sambutannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan, Rabu (18/09/2019), di Ruang Rapat, Kantor Bupati.

IMG-20190918-WA0052

” Laporan situasi kondisi bencana kebakakaran hutan dan lahan, oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malteng, pada September 2019 ada 11 kali terjadi kebakaran hutan dan Iahan, di beberapa Kecamatan yakni, Kecamatan Seram Utara Barat, Seram Utara, Seram Utara Timur Kobi dan Seram Utara Timur Seti,” sebutnya.

Menurut Leleury, belajar dari pengalaman menghadapi dan mengatasi kejadian bencana, khususnya kebakaran hutan dan Iahan yang sering terjadi pada musim kemarau di Malteng, maka perlu Saya sampaikan beberapa hal penting untuk menjadi perhatian seluruh peserta rakor. Beberapa hal, meliputi laporan kejadian kebakaran hutan di beberapa Kecamatan bagian Utara Kabupaten Malteng, ditemukan penyebab kebakaran hutan dan Iahan yang terjadi disebabkan tidak hanya karena akibat kemarau panjang dan angin kencang, tetapi juga disebabkan karena kecerobohan masyarakat seperti membuang puntung rokok sembarangan sehingga, memicu terbakarnya ilalang yang bahkan merambat ke pemukiman masyarakat karena adanya angin kencang.

IMG-20190918-WA0056

” Akibat dari kecerobohan tersebut, Saya mengambil langkah tegas dengan memerintahkan kepada seluruh jajaran OPD terkait, para Camat, Kepala Pemerintah Negeri dan para stakeholder, terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan, agar selalu aktif dalam memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada pelaku kegiatan pengolahan lahan, serta seluruh masyarakat setempat untuk waspada kebakaran hutan dan lahan, serta melakukan pengawasan terpadu,” tegasnya.

Kendati demikian, dirinya katakan, penanggulangan bencana daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab dan perhatian oleh pemerintah. Akan tetapi, juga menjadi bagian tanggung jawab dan perhatian oleh masyarakat, badan usaha dan berbagai pihak yang terkait dengan penanggulangan bencana.

” Untuk itu, semua pihak terkait harus lebih meningkatkan koordinasi secara terpadu, sinkronisasi serta antisipasi untuk kesiapsiagaan ketangguhan penanganan kebakaran hutan dan lahan, dalam bingkai kebersamaan,” tutur Leleury.

IMG-20190918-WA0058

Kenyataan ini , akuinya, perlu adanya suatu sistem penanggulangan yang tepat untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan yang semakin meluas dan merugikan seluruh masyarakat di Malteng.

Kejadian semacam ini, ungkap Leleury, segera pemda dan OPD terkait maupun unsur TNI dan Polri, akan menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Malteng, dengan membentuk Tim Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan sehingga, upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan Iahan dapat teroganisir dengan baik dan komprehensif.

” Saya berharap kepada seluruh peserta rakor agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius, disiplin, penuh tanggung jawab, serta mencurahkan tenaga pikiran dan semangat kerja, dalam meningkatkan upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan Iahan di daerah tercinta ini, ” pintanya.

Selain itu, tuturnya lagi, sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, Saya terus berharap agar kita semua selalu bekerjasama dan bergandeng tangan, bahu-membahu, saling toleransi, saling menghargai dan menghormati, serta terus mengembangkan semangat kebersamaan dalam pembangunan.

IMG-20190918-WA0053

Hal yang paling utama menurut Leleury adalah, melayani masyarakat dengan tulus dan penuh keihklasan, sesuai dengan tugas dan tangung jawab yang dlamanahkan kepada klta.

Dalam rakor tersebut, Leleury juga mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malteng, serta para stakeholder terkait dan seluruh masyarakat, yang telah mengambil langkah cepat dan tepat, sesuai prosedur dalam mengantisipasi dan mengurangi resiko kebakaran hutan dan Iahan yang lebih meluas.

” Intinya saat ini kita dapat memperkuat komitmen, dukungan dan perhatian dari semua pihak dalam upaya penanganan bencana di daerah ini, demi mewujudkan Maluku Tengah Yang Lebih Maju, Sejahtera dan Berkeadilan dalam Semangat Hidup Orang Basudara, ” ajaknya.

Rakor Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan, yang di prakarsai oleh BPBD Malteng, selain dihadiri Wakil Bupati, juga hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Malteng, jajaran DPRD, Sekretaris Daerah, Pimpinan OPD lingkup pemda Malteng dan instansi vertikal lainnya. (IN18)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com