Ekonomi

Leleury : Manfaat SDA Yang Tersedia, Jadi Wujud Ketahanan Pangan

IMG-20190918-WA0046

MASOHI,MALUKU – Panen perdana yang merupakan implementasi dari Penerapan lnovasi Teknologi (PIT), untuk peningkatan indeks pertanaman melalui, kegiatan Temu Lapang Teknologi Pola Tanam (TLTPT), merupakan faktor pendukung dalam meningkatkan Indeks Pertanaman PAJALE (Padi Jagung Kedelai), di lahan kering dan sawah tadah hujan di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), sangat di harapkan dapat membantu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.

IMG-20190918-WA0041

Hal ini di ungkapkan Wakil Bupati Malteng, Marlatu L. Leleury, saat pelaksanaan Temu Lapang dan Panen Perdana Padi dan Jagung, dalam pengembangan pola tanam , mendukung peningkatan indeks pertanaman Pajale , yang berlokasi di IP2TP Makariki, Kamis (18/09/2019) yang di hadiri oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Maluku, Abdul Gaffar, Kepala Staf Kodim 1502 Masohi, Kasat Bimas Polres Malteng, Kepala Dinas Pertanian serta para kelompok tani.

” Panen perdana ini selain sebagai implementasi PIT, juga menjadi bagian yang tidak bisa di pisahkan, dalam peningkatan akses kesejahteraan masyarakat . Dimana, manfaat Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia, jadi wujud ketahanan pangan sebagai pilar perekonomian bangsa,” tegas Leleury.

IMG-20190918-WA0044

Dirinya mengungkapkan, sebagai Wakil Bupati di Malteng, Saya secara pribadi dan juga mewakili masyarakat, menyampaikan apresiasi yang sangat besar kepada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku, yang telah memberikan pembimbingan kepada kelompok tani secara tekun, melalui inovasi teknologi untuk Peningkatan Indeks Pertanaman, mulai dari penanaman, pemeliharaan sampai pada panen perdana yang terlaksana hari ini.

Keberhasilan ini sebutnya, adalah wujud komitmen bersama semua orang, dalam rangka mendukung program pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk mewujudkan ketahanan pangan sebagai pilar perekonomian bangsa, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia, di wilayah masing-masing.

IMG-20190918-WA0049

Kementerian Pertanian Republik Indonesia, sebutnya, memiliki Program Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada Pangan, yang fokus pada tiga komoditas. Ketiga komuditas tersebut, seperti tanaman padi, jagung dan kedelai.

Program ini, dirinya menerangkan, merupakan salah satu upaya yang bertujuan untuk peningkatan produksi dan produktivitas komoditas strategis, melalui penambahan luas lahan tambah tanam, yang merupakan suatu terobosan baru pada pemanfaatan lahan secara optimal, dalam pengaturan jumlah populasi tanaman.

IMG-20190918-WA0045

” Rekayasa sistem tanaman seperti tumpang sari jagung, padi gogo dan kedelai (jagole super) yang merupakan suatu bentuk pola tanam campuran, antara tanaman jagung, padi gogo dan kedelai pada satu areal lahan, dalam waktu bersamaan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan lahan dan air, agar produktivitas lahan dapat meningkat,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini kebutuhan pangan nasional setiap tahun, gramnya cenderung mengalami peningkatan, seiring dengan penambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan. Sedangkan luas lahan baku areal tanam, terus menurun akibat terjadinya alih fungsi lahan yang secara terus menerus akan terjadi.

” Untuk itulah demi mencegah kerisauan akan terjadinya keadaan “rawan pangan” di masa yang akan datang, maka program upaya khusus merupakan hal yang wajib dilakukan,” tuturnya.

IMG-20190918-WA0040

Melalui kegiatan ini , sambungnya lagi, sangat diharapkan agar kita mampu mengidentifikasi dan menginventarisasi potensi, serta pengelolaan sumber daya air berdasarkan kearifan lokal, pada agro ekosistem tertentu di daerah dan luas layanan pemanfaatan lahan untuk rekomendasi pembangunan infrastruktur dan tata kelola air saat ini di Indonesia, terutama di kabupaten Maluku Tengah.

” Kiranya perencanaan bersama yang kita Iakukan dan hasil panen perdana di hari ini, dapat mewujudkan Maluku Tengah yang Iebih maju, sejahtera dan berkeadilan dalam semangat hidup orang basudara, melalui pembangunan berkelanjutan,” harap Leleury. (IN 18)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com