Maluku

Diwarnai Adu Mulut, PN Ambon Eksekusi Dan Sita 21 Aset Milik YDM Dari YPDM

IMG_20190919_110709

TULEHU,MALUKU – Walaupun diwarnai adu mulut antara Pembina Yayasan Pendidikan Darussalam Maluku (YPDM), Muhammad Umarella dan Juru Sita Pengadilan Negeri (PN) Ambon Notje Leasa, pihak PN Ambon tetap lakukan eksekusi dan penyitaan sebanyak 21 aset milik Yayasan Darussalam Maluku (YDM) dari YPDM yang terletak di kampus A Universitas Darussalam (Unidar) , Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Kamis (19/09/2019).

IMG_20190919_110725

Pantauan INTIM NEWS, Notje Leasa selaku Juru Sita PN Ambon didampingi beberapa pegawai , bersama pihak penggugat, mendatangi kampus A Unidar di Tulehu, sekitar pukul 10.00 Wit. Selain itu, proses eksekusi dan penyitaan dikawal oleh aparat keamanan gabungan sebanyak 123 orang dari unsur TNI termasuk Koramil Kecamatan Salahutu, Brimob, Dit Sabhara Polda Maluku dan Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease .

IMG_20190919_093749

” Jumlah aset yang tertuang dalam amar putusan yang ada pada Yayasan Pendidikan Darussalam Maluku, ada 21 aset. Dan, termasuk dua rekening bank yang sudah diblokir untuk nanti kita sita. Kedua rekening bank yang sudah diblokir yakni rekening pada bank Mandiri Syariah Cabang Ambon dan rekening pada bank Muamalat Cabang Ambon,” bebernya.

IMG_20190919_105517

Diketahui, 21 aset-aset yang terletak di Tulehu tersebut antara lain, gedung serta seluruh alat perangkatnya yaitu, gedung Rektorat 1 unit, Fakultas 7 unit, Perkuliahan 9 unit , Serba Guna 1 unit dan gedung Asrama Mahasiswa 1 unit. Laboratorium serta seluruh alat perangkatnya masing-masing yakni, Laboratorium Biologi, Kimia, Fisika, Iktiologi, Proses Produksi, Komputer dan Akuntansi. Selain itu, 1 unit Perpustakaan Universitas serta seluruh literatur dan perangkatnya.

IMG_20190919_094430

Berikutnya, Perumahan Dosen 20 unit, Asrama Mahasiswa 2 unit, Masjid Darussalam 1 unit, Lapangan Sepak Bola 1 unit, Green House Fakultas Pertanian 1 unit dan gedung Koperasi Mahasiswa Unidar Ambon 1 unit. Ada pula tanah seluas 174.700 m2 dengan sertifikat hak pakai nomor 2 dari Badan Pertanahan Nasional di Jalan Raya Tulehu Km.24, Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah yang diatasnya berdiri Kampus A Unidar beserta seluruh fasilitas. Juga mobil puluhan unit.

IMG_20190919_104436

” Hari ini tanggal 19 September 2019 kami lakukan eksekusi dan penyitaan , berdasarkan putusan penetapan Nomor : 17/Pen.Pdt.Eks/2018/PN.Amb , junto putusan Nomor : 11/Pdt.G/2015/PN Ab yang telah mempunyai kekuatan hukum. Dalam amar putusan poin ketiga, dinyatakan, menyatakan penggugat sebagai pengelola yang sah, atas harta kekayaan aset-aset Yayasan Darussalam Maluku, termasuk Yayasan Pendidikan Darussalam Maluku. Itu berarti, penguasaan pengelolaan aset ada pada Yayasan Darussalam Maluku,” ungkap Notje.

Dia membeberkan, jadi kalau mereka (pihak YPDM-red) bilang mereka juga sah, ini putusan yang menyatakan. Penetapan ini sudah sejak tahun 2018, oleh Ketua Pengadilan yang lama, Pak Muhammad Mukhlis . Kita belum berjalan karena ada upaya hukum luar biasa yaitu peninjauan kembali (pk) . Karena keputusan PK sudah turun, dengan demikian kita lanjutkan penetapan ketua yang lama terhadap sita eksekusi.

IMG_20190919_102047

Dengan demikian, kata dia, kami berkoordinasi dengan aparat keamanan dalam hal ini pihak Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, kapan kita bisa laksanakan. Dan hari ini, kami punya waktu untuk eksekusi dengan menyurat ke Polres dan pemberitahuan ke pemerintah Negeri Tulehu, bersama termohon eksekusi disini.

Disinggung tindak lanjut setelah sita eksekusi, Notje akui, dirinya akan buat berita acara dan berita acara itu disampaikan kepada termohon eksekusi maupun mengetahui Raja Negeri Tulehu, karena merupakan wilayah kerjanya kita hargai. Kemudian, dirinya menambahkan, setelah ini proses lanjut dengan eksekusi penyerahan dari YPDM ke YDM .

IMG_20190919_110200

” Limit waktunya, kami perlu koordinasi dengan panitera dan ketua. Kalau saya hanya siap melaksanakan perintah yang sudah dikeluarkan oleh ketua dan panitera,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Kampus B Unidar ,Kimin Kusmadi menjelaskan, prinsipnya kita hanya membantu . Kita bukan pihak yang melakukan sita eksekusi. Sebutnya, sita eksekusi harus segera dilakukan karena, barang-barang di kampus A Unidar Tulehu terlalu banyak, terutama barang-barang laboratorium.

IMG_20190919_135915_Burst01

” Barang-barang di kampus A Unidar Tulehu terlalu banyak, terutama barang-barang laboratorium.
Kalau terlalu lama dibiarkan , akan timbul kerusakan. Maka kita perlu lakukan proses sita, supaya kita bisa rawat dan digunakan sebagaimana mestinya. Masalah hukum sudah selesai, kami tidak mau membicarakannya lagi. Kita ingin memanfaatkan kembali kampus yang ada di Tulehu untuk pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang betul-betul diakui oleh pemerintah. Karena syarat suatu universitas, harus ada pengakuan dari Kemenristek Dikti. Maka dengan SK nomor 491 bulan November tahun 2016, sah yang berhak mengelola adalah Yayasan Darussalam Maluku dan universitasnya adalah Unidar,” ungkapnya. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com