Kesehatan

Badan POM Maluku Gelar Bimtek Pengawasan PJAS Se Kota Ambon

IMG-20190718-WA0048

AMBON,MALUKU – Keamanan pangan merupakan masalah yang banyak dihadapi oleh negara berkembang termasuk Indonesia, yang disebabkan oleh adanya kontaminasi kimia dan mikrobiologi pada produk pangan, serta penyakit dan berbagai bahan beracun, didalam pangan yang dikonsumsi. Walaupun gizinya tinggi, rasanya lezat serta penampilannya menarik, namun bila pangan tidak menyehatkan, pangan tersebut tidak ada artinya.

“Sebab itu, masyarakat perlu mendapat perlindungan yang cukup terhadap keamanan pangan, dengan cara meningkatkan mutu pangan, informasi yang benar dan pengawasan dari pemerintah dan produsen,” ungkap Asissten I Bidang Pemerintahan, Mien Tupamahu dalam kegiatan Bimtek yang di gelar oleh Badan POM Maluku, di salah satu hotel di kota Ambon, Rabu (17/07/2019).

Dirinya menerangkan, dalam upaya peningkatan keamanan pangan, tentu rantai keamanan pangan mulai dari Farm To Table harus dijaga. Pangan segar yang dihasilkan dari pertanian, perkebunan maupun kelautan perikanan, akan didistribusikan dan diperjual belikan di pasar.

” BPOM RI bersama pemangku kepentingan di pusat hingga daerah, konsentrasi terhadap pengawasan pangan di pasar tradisional yang rawan terhadap cemaran bahan kimia berbahaya, yang dilarang pada pangan yaitu, formalin, boraks, rhodamin B dan metanil yellow. Keberadaan pangan yang mengandung bahan berbahaya ini, tentunya sangat merugikan dan membahayakan, ini sangat merugikan dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Akuinya, aksi gerakan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), merupakan gerakan untuk meningkatkan PJAS yang aman, bermutu dan bergizi melalui partisipasi aktif dan terpadu dari seluruh kementerian/ lembaga, baik tingkat pusat maupun daerah serta, pemberdayaan komunitas sekolah, termasuk guru dan orang tua murid, dalam pengawasan keamanan jajanan anak, di lingkungan sekolah masing-masing.

” Aksi gerakan PJAS selaras dengan program Germas yaitu, mengkonsumsi pangan sehat, termasuk sejumlah program lainnya oleh instansi terkait,” tutur Mien.

Dirinya menambahkan, SDM yang berkualitas di lingkungan sekolah, dapat diwujudkan dengan menyediakan pangan yang akan dikonsumsi komunitas sekolah dalam kondisi aman, bermutu dan bergizi. Pangan yang dikonsumsi, dapat berupa jajanan yang tersedia di luar sekolah, maupun didalam kantin sekolah atau pangan yang dihasilkan oleh industri pangan, termasuk industri rumah tangga dan pangan yang dihasilkan oleh jasa boga atau siap saji.

” Keamanan dan mutu produk pangan yang beredar di lingkungan sekolah, ditentukan oleh kebijakan sekolah, tingkat pengetahuan dan kepedulian pengelola kantin sekolah dan penjaja pangan yang ada di sekitar lingkungan sekolah, serta pengawasan dan pembinaan aktif OPD terkait,” tutupnya. (CR01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com