Ekonomi

Wagub Minta Naikkan Tunjangan Guru SMA Se Derajat Di Maluku

20190625_124433

AMBON,MALUKU – Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Barnabas Orno, meminta Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Saleh Thio dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah provinsi Maluku Luthfi Rumbia, menaikkan tunjangan guru SMA/SMK se derajat di provinsi Maluku.

Barnabas Orno Wakil Gubernur Maluku

Barnabas Orno – Wakil Gubernur Maluku

Menurutnya, saat ini keberadaan guru di Maluku di tingkat SMA sederajat dari sisi kesejahteraan, masih di bawah standar. Oleh karenanya, Wagub meminta dinas terkait memperhatikan kesejahteraan guru.

” Saya minta, Kadis Pendidikan dan Kadis Keuangan , menaikkan tunjangan guru SMA se derajat. Tunjangan guru, harus lebih besar dari pegawai biasa. Karena gaji pas-pasan, ada guru yang tidak punya motor. Apalagi, jika lokasi sekolah jauh dari rumah ditambah tidak memiliki kendaraan seperti motor, bagaimana guru-guru ini bisa tepat waktu ke sekolah,” pintanya, disela-sela sambutan Wagub pada acara Rapat Koordinasi Kepala SMA/SMK se provinsi Maluku tahun 2019, di Baileo Siwalima Ambon, Selasa (25/06/2019).

Rakor Kepala SMA/SMK se Provinsi Maluku tahun 2019

Rakor Kepala SMA/SMK se Provinsi Maluku tahun 2019

Dirinya menilai, tunjangan seperti di kota Ambon, tidak boleh sama dengan di wilayah kabupaten dan kota yang geografis wilayahnya sulit dan susah jangakauan transportasi.

” Saya biasa bilang, memaknai apa yang selalu dikatakan Gubernur Bapak Murad Ismail. Pak Gubernur secara umum kan saat apel perdana, kalau bisa pegawai-pegawai ini punya kesejahteraan yang bagus. Nah, hari ini dengan guru-guru, pegawai punya kesejahteraan bagus pasti produktifitas , kualitas kinerjanya naik kan? guru-guru ini, mengajarkan anak-anak masa depan bangsa, generasi bangsa. Kesejahteraan guru harus diperhatikan. Itu makna pernyataan dari Pak Gubernur. Pegawai diperhatikan kinerjanya, kesejahteraan gurunya, Saya yakin pendidikan mantap. Kalau guru-guru punya kesejahteraan bagus, pasti mereka mengajar dengan senang hati dan sukacita.Tetapi, kalau kesejahteraannya tidak bagus, pasti asal-asalan,” sebut Wagub.

IMG-20190625-WA0018

Lebih lanjut dirinya mengutip perkataan Gubernur, kalau bisa pegawai ini beli motor. Kalau bisa, kita siasati dengan tunjangan kinerja. Sehingga, tidak mungkin diberikan motor buat pegawai tetapi, dengan disiasati dalam aturan untuk mereka, ditingkatkan tunjangan dan tunjangan kinerja, pegawai seperti guru bisa membeli motor.

” Untuk merealisasikan apa yang menjadi perhatian Pak Gubernur, kita harus sikapi. Hari ini guru-guru rapat koordinasi, untuk mungkin mengevaluasi kembali, kurang dimana, lebih dimana dan lain sebagainya untuk dibenahi. Saya kira, nanti soal teknisnya di Pak Kadis Pendidikan . Ini juga bagian dari 100 hari kerja , visi misi gubernur melalui Dinas Pendidikan,” ajaknya.

Pada kesempatan yang sama, Kadis Pendidikan provinsi Maluku, Saleh Thio mengakui, terkait permintaan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur menaikkan tunjangan guru, nanti dibicarakan dulu dengan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Maluku.

” Itu nanti dibicarakan dengan Kepala Keuangan. Nanti kita akan laporkan kembali. Kita akan usahakan dalam waktu cepat tetapi, semua itu akan kita cari waktu. Yang paling penting, disesuaikan dengan anggaran daerah. Perlu di garis bawahi, semua itu disesuaikan dengan kemampuan daerah,”akuinya.

Luthfi Rumbia Kepala BPKAD Provinsi Maluku

Luthfi Rumbia – Kepala BPKAD Provinsi Maluku

Sementara itu, senada dengan Saleh Thio, ditemui media ini usai rapat bersama di DPRD Maluku, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Luthfi Rumbia menerangkan, permintaan tersebut akan dilihat dari kemampuan daerah.

” Nanti kita akan melihat kemampuan keuangan, berapa kemampuan keuangan yang ditentukan, dihitung semua. Kan pastinya, terakhir kepada anggaran. Guru itu kan di Maluku ada 6.000 lebih, kalau dikalikan Rp1 juta saja dan dikalikan 12 bulan, bisa dihitung sudah berapa? Kita lihat sesuai kemampuan keuangan daerah. Kita hitung-hitung dia, kira-kira berapa yang dibutuhkan, untuk penambahan ke guru itu. Tetapi disamping itu, guru dapatkan tunjangan profesi. Mungkin di APBD Perubahan diakomodir, kalau perlu pada 2020 mendatang ,” tutur Rumbia (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com