Maluku

Hampir Dua Jam Menunggu, Bupati Malra Dan Isteri, Baru Mencoblos

cfa6c67f072c88844d6670b800abfe52.0

MALRA,MALUKU – Bupati Maluku Tenggara (Malra) Thaher Hanubun, bersama Eva Hanubun isterinya, mendatangi TPS 02, Kelurahan Watdek Langgur, Rabu (17/04/2019).

Pantauan INTIM NEWS, kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Malra itu, untuk melakukan pencoblosan, sesuai nama yang tercatat dalam DPT, sesuai undangan yang diberikan oleh penyelenggara Pemilu yakni KPPS, di Watdek Langgur.

7d077b6326c53dbdcec8a5c24becb75e.0

Bupati bersama isteri, tiba di TPS 02, Watdek, sekitar pukul 08, 00 Wit dan langsung duduk mengantri bersama- sama warga setempat, guna menunggu panggilan untuk melakukan pencoblosan.

Hampir dua jam mengantri, Bupati dan isteri, baru dapat dipanggil namanya oleh PPS, sekitar pukul 10.00 wit, untuk mencoblos.

Sesuai mekanisme, harusnya waktu pemilihan dilaksanakan tepat pukul 07.00 wit. Namun hingga pukul 09.30 Wit, masih dilakukan proses penghitungan surat suara oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat.

Informasi yang didapat dari salah satu anggota PPS, keterlambatan itu akibat kelalaian KPU Kabupaten Malra, yang lambat dalam pendistribusian surat suara, dari KPU ke TPS 02 Watdek.

“Bagaimana tidak terlambat, surat suara saja KPU baru antar sekitar pukul 08.00 wit, pagi tadi,” tukas Bupati .

Bupati yang ditemui awak media usai melaksanakan pencoblosan mengatakan, memang ada keterlambatan dalam hal teknis penyelenggara. Namun, hal itu diharapkan tidak mengurangi semangat dan antusias warga untuk sabar menunggu hingga gilirannya nanti.

“Saya mengajak masyarakat Kabupaten Malra untuk mari menyukseskan Pemilu ini dengan sabar dan sabar. Masyarakat jangan sampai tidak ikut coblos, alias golput atau karena bosan menunggu akhirnya pulang. Ini jangan sampai terjadi, karena pilihan kita hari ini merupakan penentu masa depan kita lima tahun akan datang,” ajak Bupati.

Bupati juga mengharapkan, agar penyelenggara pemilu yakni KPU dan Bawaslu, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, harus tetap profesional, jujur dan adil serta tetap berada pada alur mekanisme yang berlaku.

“Selaku Bupati yang bertanggung jawab untuk daerah ini, meminta agar dalam proses Pemilihan Umum, baik Presiden, Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD, baik itu KPU, hingga penyelenggara yang paling bawah, juga Bawaslu, dapat menjalankan tugas dengan baik dan tetap independen,” katanya.

Ditanya soal kesulitan yang dihadapi saat melakukan pencoblosan, Bupati mengakui kalau dirinya sendiri mengalaminya.

25cc235764980b7e089547aceb787e5c.0

“Iya memang benar, kita yang masih bagus penglihatan untuk membaca saja, agak kesulitan,” ujarnya.

Menurut Bupati, harus ada pengawasan yang ekstra ketat oleh pihak yang berkompeten dan juga dibutuhkan kesabaran masyarakat. Karena kita juga membutuhkan waktu yang cukup lama, untuk mencoblos lima surat suara yang ada.

Diakui Hanubun, Pemilu serentak tahun 2019, ini memang agak sedikit berbeda dengan Pilkada lalu.

“Ada 4 kertas suara yang cukup besar dan harus dibuka lebar- lebar semua, kecuali kertas suara Presiden, yang ada gambarnya terlihat jelas, tetapi kalau kertas suara legislatif itu agak sulit kita baca dan harus cari satu persatu sesuai pilihan hati kita. Jadi memang butuh waktu lebih dan juga kesabaran,” tutur Bupati.

Untuk itu, dirinya mengharapkan dukungan masyarakat dan kerjasama yang baik, oleh seluruh kelompok kepentingan . Yang paling penting katanya, pemilu di Kabupaten Malra dapat berjalan jujur , adil , bebas dan rahasia, masyarakat dan semua pihak harus tetap menjaga keamanan dan kenyamanan, guna tercapainya Pemilu yang bermartabat. (IN-09)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com