Hukum & Kriminal

Narkoba, ASN Pemprov Maluku Terancam Pecat

IMG-20190126-WA0003

AMBON,MALUKU – Aparatur Sipil Negara Provinsi Maluku yang turut diringkus Ditresnarkoba Polda Maluku dalam operasi selama Bulan Januari 2019 kemarin, terancam dipecat.

ASN Pemprov Maluku yang adalah  wanita berinisial ACL (32), ditangkap bersamaan dengan kekasihnya ZF (32).

ACL sendiri hingga kini belum diketahui bertugas pada instansi atau bidang apa dijajaran Pemprov Maluku.

Kepala Bidang (Kabid) Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan, BKD Provinsi Maluku, Franky Sapardy yang dimintai komentar di ruang kerjanya Kamis (24/01/2019)  kemarin mengaku sudah mengetahui dari pemberitaan terkait tertangkapnya ASN yang katanya bekerja dijajaran Pemprov Maluku itu.

Namun pihaknya belum mengetahui pasti identitas dari ASN tersebut.

“Saya sudah baca di koran soal pegawai itu, dan saya sudah minta orang BKD untuk cek itu pegawai siapa. Tapi belum ada informasi balik dari orang yang cek itu,”akui Sapardy.

Ketika disinggung sanksi apa yang akan dikenakan terhadap pegawai yang terlibat kasus narkoba, Sapardy menjelaskan, bahwa sesuai Undang-undang kepegawaian dan Undang-undang terbaru tentang ASN telah dijelaskan sanksi-sanksi, mulai dari tunda kepangkatan, diberhentikan dari jabatan jika memiliki jabatan tertentu, hingga diberhentikan dengan hormat sebagai ASN jika itu pelanggaran berat yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dalam proses pengadilan.

“Dilihat dulu apa pelanggarannya. Untuk dikenakan sanksi internal, kita tentu harus melakukan pamanggilan terhadap bersangkutan. Tapi sekarang karena dia ditahan, ini sulit juga. Mungkin nanti kita akan koordinasikan dengan pihak kepolisian, atau kita tunggu proses akhirnya seperti apa,”ujar Franky.

Ketika disinggung terkait gaji ASN yang tersangkut masalah hukum narkoba seperti yang terjadi pada ACL. Franky menjelaskan, gaji bersangkutan masih tetap berjalan sampai ada keputusan inkrah terhadap masalah itu.

“Kita belum mengetahui apakah dia pengguna, pengedar, atau mungkin kebutulan hanya dititipkan orang. Kita belum tahu kebenarannya. Untuk itu kita akan tunggu prosesnya berjalan sambil mencari tahu identitas asli yang bersangkutan,”tandasnya.

Untuk diketahui sebelum, Ditresnarkoba Polda Maluku mengekspos 9 tersangka narkoba, satu diantaranya adalah pegawai Pemprov Maluku berinisial ACL, dan lainnya adalah Caleg PAN, dan mahasiswa UKIM.

9 tersangka narkoba tersebut ditangkap bersama barang bukti berupa shabu dan ganja. 9 tersangka itu masih diamankan Polda Maluku.

Para tersangka bakal dikenakan Pasal 112, 114 dan 127
Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (IN-03)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com