Seram Bagian Barat

Klaim Pelaku Penganiaya Warga Hualoy Belum Ditangkap, Warga Blokir Jalan Lintas Seram

IMG-20190120-WA0020

AMBON,MALUKU – Masyarakat Desa Hualoy, Kec.Amalatu,Kabupaten Seram Bagian Barat, Sabtu (19/1/2019) sekitar  Pukul 21.30 WIT, memblokade jalan lintas Seram.

Konsentrasi massa oleh masyarakat desa Hualoi, menyusul pemblokiran jalan sebagai dampak ketidakpuasan masyarakat Desa Hualoy terhadap penanganan perkara penganiayaan terhadap Pemuda Hualoy oleh Polres Ambon.

FB_IMG_1547943240759

Pemblokiran jalan lintas Seram dengan beton oleh Pemuda Hualoy menyebabkan terputusnya akses transportasi darat yang menghubungkan Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur.

” Iya benar. Informasinya memang seperti itu (Ada pemblokiran jalan lintas Seram di Desa Hualoy). Penyebab pastinya saya belum tahu. Nanti saya koordinasikan dengan pihak Kepolisian baru akan saya informasikan,” Ungkap Kepala Kantor Kesbangpolinmas SBB, Saban Patty, kepada media ini saat dihubungi dari Ambon, Minggu (20/1/2019).

Sebelumnya, Pemuda Desa Batu Merah yang berasal dari Desa Hualoy, Kec.Amalatu, Kab.Seram Bagian Barat, Kamis (3/1/2019) sekitar pukul 01.00 Wit dini hari, Dianiaya oleh sekelompok Pemuda.

Pemuda yang belakangan diketahui bernama Sahrial Somar (32 Tahun) itu, dianiaya di Lorong Amalatu RT 10/RW 17 STAIN, Ds. Batu Merah Kec. Sirimau Kota Ambon.

Korban diduga dianiaya oleh I.M (28 Tahun) dan rekan rekannya dengan menggunakan batu.

Informasi yang dihimpun media ini dari sumber terbatas, mengkronologikan menurut saksi Ibu Anita Hehanusa (43 Tahun) yang beralamat di Lorong Amalatu RT 10/RW 17 Stain Ds. Batu Merah, Kec. Sirimau Kota Ambon, menjelaskan, pada saat itu dirinya sedang berada didalam rumah, mendengar suara mobil berhenti didepan rumahnya yang memuat banyak orang.

Orang orang, atau para pemuda tersebut lalulalang dipinggir rumah saksi. Tidak lama kemudian terdengar terikan dari luar rumah meminta tolong. Bersamaan dengan suara minta tolong, terdengar suara teriakan yang memprovokasi massa untuk menganiaya korban.

“Menurut saksi ada teriakan ‘Pukul dia, Bunuh dia, Potong dia’,” tutur sumber menirukan keterangan saksi.

Lanjut sumber,mendengar teriakan tersebut saksi langsung keluar dan berteriak “Kalian mau bunuh siapa ?”.

Mendengar teriakan saksi, para pelaku melarikan diri ke arah belakang rumah saksi. Dia menduga para pemuda itu melarikan diri ke arah perkampungan Latu yang berada di Stain, Kec. Sirimau Kota Ambon.

Setelah para pelaku melarikan diri barulah saksi menghampiri dan melihat korban. Saat melihat korban, saksi pun berteriak histeris, pasalnya korban adalah adik sepupu saksi.

Melihat korban yang bersimbah darah dan tak berdaya, saksi pun langsung menghubungi Polisi untuk menginformasikan peristiwa tersebut.

Barulah sekitar Pukul 01.45 Wit, Personel Polres P. Ambon serta Polsek Sirimau tiba di TKP. Saat tiba di TKP, Korban langsung dilarikan ke RS. Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan medis.

Saat olah TKP, Polisi mengamankan tas samping, KTP (Diduga Milik Pelaku), Mobil yang dipakai mengangkut pelaku Cs, dan Batu dengan noda darah yang diduga dipakai untuk menganiaya korban. (IN-03)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com