Kota Ambon

Cegah DBD, Kadinkes Ambon Himbau Masyarakat Terapkan PHBS

Kadis Kesehatan Kota Ambon
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Wendy Pelupessy

Ambon,Maluku – “Deman berdarah biasanya ada dengan datangnya musim pancarobah,seperti sekarang dari hujan tiba-tiba panas otomatis ada air -air tergenang,biasanya pada botol-botol bekas yang  bisa menampung air hujan kemudian air bersih itu menjadi tempat untuk tumbuhnya jentik-jentik nyamuk,” Jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy kepada INTIM NEWS  di ruang kerjanya, Rabu (16/01/2019).

Dikatakan, genangan air yang tertampung di berbagai limbah rumah tangga semisal, botol dan kaleng bekas, saat hujan mengguyur dapat menjadi rumah atau sarang dari jentik nyamuk DBD. Sekarang ini kita ada pada musim pancaroba, dan kejadian itu bisa saja terjadi kalau lingkungan kita tidak bersih dalam pengertian  ada kaleng-kaleng bekas dan sebagainya,“ katanya.

Karena itu, merupakan sebuah keharusan agar masyarakat memiliki kesadaran terkait dengan kebersihan lingkungan. Masyarakat juga, harus menerapkan dan meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Salah satu tindakan PHBS adalah melakukan PSN (pembersihan sarang nyamuk) dengan 3M (menguras, mengubur, dan menutup).

Pencegahan Penyakit DBD yang disebabkan oleh nyamuk, Aedes Aegypti disamping melakukan 3 M, pemberian abate pada tempat penampung air yang tidak ada penutup juga harus dilakukan  untuk mencegah perkembangbiakan telur (jentik) ke nyamuk dewasa.

“Foging dan pengasapan yang sering dilakukan hanya membunuh nyamuk-nyamuk dewasa tapi tidak dapat membasmi telur-telur dan jentik. Sering dilakukan foging dan pengaspan ini juga berdampak negatieve bagi  kesehatan masyarakat karena mangandung bahan kimia. Langkah penanggulangan (Penyakit DBD) lain yang bisa di lakukan oleh masyarakat dengan cara tidur menggunakan kelambu,atau bisa juga dengan menggunakan obat anti nyamuk,dan pembersihan sarang nyamuk,” pungkasnya.

Dia menambahkan, pada awal tahun ini sudah ada lima kasus DBD yang terjadi di kota Ambon.

“Langkah penanganan yang sudah dilakukan, yakni dengan cara foging. Sasarannya  lokasi,   Kawasan kayu putih dan Kelurahan Karang Panjang, sedangkan pemberian abate  tersebar di kawasan Lateri dan Desa Eri, “ Tutup Pelupessy. (CR-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com