Hukum & Kriminal

TP4D Kejati Kembali Monitor Proyek Distan di Malteng

46646591_592768314511231_6177300884578369536_n

MALTENG,INTIM NEWS  – Proyek Pengembangan Perbibitan Ternak Sapi yang dialokasikan melalui APBD Tahun Anggaran 2018 ,oleh Dinas Pertanian Provinsi Maluku di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) sebanyak 80 ekor telah dilakukan pengecekan fisiknya di lapangan oleh Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Sabtu (24/11/2018).

Pengecekan fisik langsung di lokasi oleh TP4D yakni, pada, Negeri Pelauw Kecamatan Pulau Haruku dan Negeri Liang dan Negeri  Tulehu, Kecamatan Salahutu. Secara keseluruhan berjalan sesuai kontrak yang telah disepakati. Salah satu TP4D, M. Gaspersz yang saat melihat kondisi ternak sapi ,juga sempat mewawancarai beberapa masyarakat penerima manfaat seperti yang dilakukan di Desa Pelauw.

46682462_743287166043583_1480248624456663040_n

“Apakah sapi-sapi ini semua sehat saat diterima oleh bapak-bapak?” tanya Gaspersz yang langsung diamini Ketua kelompok Sapi Pelauw, Abdul Rasyid bahwa sapi yang diterima semuanya sehat, tidak kurang suatu apapun.

“Kalau semuanya sehat, selanjutnya menjadi tanggungjawab bapak-bapak sekalian untuk memeliharanya dengan baik sehingga, bisa berkembang biak, yang pada akhirnya bisa memberikan manfaat buat keluarga,” harap Gasperz.

Menurutnya, kedatangan TP4D ke lokasi untuk mengawal jalannya program pemerintah di daerah, sehingga berjalan dengan baik dan masyarakat merasakan langsung manfaatnya.

46963395_287572211874998_8476884060562522112_n

“Kami berharap, bantuan pemerintah melalui Dinas Pertanian ini bisa dimanfaatkan dengan baik, untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Negeri  Pelauw menerima bantuan sapi sebanyak 14 ekor yang dikelola oleh kelompok Sapi Pelauw. Pengecekan fisik yang sama ,juga dilakukan pada penerima bantuan lainnya, yakni Negeri Liang. Negeri Liang memperoleh 11 ekor sapi, yang diperuntukan untuk 2 kelompok. Sementara itu, di Tulehu, penerima bantuan dikelola Kelompok Ewang Mandiri, dengan jumlah sapi sebanyak 26 ekor. Kelompok ini, telah memiliki sarana prasarana pendukung seperti, kandang, penerangan dan pengairan.

“Untuk pengembangan ternak sapi, kami juga secara mandiri selain memiliki kandang yang didirikan di lahan seluas 11 hektar, agar ternak kami nantinya, bisa bersaing di pasar, kami juga memberikan asupan vitamin dan obat cacing kepada ternak,” ungkap Wakil Ketua Kelompok Ewang Mandiri, Zevdet Lestaluhu.

Menurutnya,ternak juga membutuhkan perlakuaan khusus untuk agar bisa berkembang biak. “Kami juga memberikan ampas tahu dan ela sagu, selain rumput yang juga kami tanam sendiri sebagai pakan,” paparnya.

Sedangkan, Desa Sawai, Kecamatan Seram Utara memperoleh 29 ekor sapi yang dikelola kelompok Sapuela Sejahtera, dengan jumlah anggota sebanyak 15 orang.

46964745_557740224690646_2044294881165180928_n

Tak hanya fisik sapi yang dilakukan pengecekan TP4D. Proyek Pembangunan Pagar Pengaman Kandang Ayam yang diperuntukan bagi Kelompok Hatu Hona Hahai, di Negeri  Tulehu pun diperiksa. Pagar yang didanai melalui  APBD Tahun Anggaran 2018 senilai Rp.131.223.773 pun diukur dengan melakukan meteran oleh TP4D dilakukan secara cermat.

Gaspersz saat itu,melakukan pengecekan dengan melakukan pengukuran terhadap panjang pagar beton sepanjang 85 meter serta panjang pagar yang dikelilingi kawat duri sepanjang 53,4 meter.

“Tidak ada masalah. Dari hasil pengecekan tidak ada masalah. Semuanya sudah sesuai dengan kontrak yang ada,” tandas Gaspersz. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com