Agama

Thaher Hanubun Wisudakan 403 Santriwan-Santriawati TPA/TPQ Di Malra

46665316_265714840961634_1577424372652572672_n

MALRA,MALUKU – Bupati Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Hi. M. Thaher Hanubun, menghadiri sekaligus melakukan prosesi, wisuda massal kepada Santriwan dan Santriawati, Taman Pengajian Al’quran, (TPA) dan Taman Pengajian Qur’an (TPQ) , se-Kabupaten Malra.Prosesi wisuda tersebut,melibatkan 44 TPA/TPQ yang tersebar di kabupaten Malra, dengan jumlah peserta santri wisudawan dan wisudawati sebanyak 403 orang.Terdiri dari, usia anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua yang berlangsung di Gedung Serbaguna Ohoijang Langgur, Minggu (25/11/2018).

Bupati, dalam arahannya mengatakan, program peningkatan kualitas pendidikan Agama dan keagamaan dewasa ini, merupakan program terpenting dan paling strategis dalam pembangunan agama  khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya.

“Untuk itulah, maka pendidikan santri TPA/TPQ Alqur’an adalah salah satu pendidikan yang tepat, membawa misi penting bagi santrinya untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai qur’ani sejak dini kepada anak anak kita,” ungkap Bupati.

46663955_711274015939376_8852900175220310016_n

Oleh karenanya, lanjut orang nomor satu di Malra itu, pertama santri TPA/TPQ Alqur‘an Ini, adalah merupakan langkah strategis, agar anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang, menjadi generasi penerus insan-insan qur’ani yang sholeh dan sholeha, berahlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, mandiri dan memilki kepedulian sosial yang tinggi.

Bupati mengungkapkan rasa bangga sekaligus terharu, melihat antusias peserta wisudawan dan wisudawati yang didalamnya bukan hanya dari kalangan anak-anak, namun juga peserta orang tua.

“Jangan pernah berhenti untuk menuntut ilmu, dunia dan akhirat, ada ibu- ibu yang sudah kelihatan berumur, ada juga bapak- bapak yang sudah berjenggot, namun tanpa ada rasa malu, mau terlibat dan bergabung bersama anak- anak untuk di wisudakan.Mereka telah memperlihatkan kepada kita semua bahwa, mereka ini sedang berdakwah,”tandasnya.

46814543_344799642740389_3029132595829932032_n

Hanubun menuturkan lagi, setiap agama di Indonesia, haruslah kembali kepada ajaran kitab sucinya masing masing.

“Agama Islam, Kristen, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha, semuanya harus kembali kepada ajaran kitab- kitabnya, bukan hanya mempelajari isi kitabnya, namun yang dituntut adalah bagaimana setiap umat dapat mengimplementasikan, mempraktekkan isi dari kitab suci itu, dalam hidup dan kehidupannya,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Malra, Hi. Arifin Difinubun menambahkan, direncanakan peserta yang akan mengikuti wisuda tersebut ditargetkan sekitar 1000 peserta.Namun, terkendala angkutan transportasi antar Kei Kecil dan Kei Besar, sehingga yang hadir hanya beberapa perwakilan dari Kei Besar.

Di hadapan Bupati dan tamu undangan, Arifin Difinubun menyampaikan, Kementerian Agama Kabupaten Malra, dalam program pemberantasan buta aksara Al’Qur’an yang dilaksanakan oleh seluruh penyuluh kementerian agama, telah melakukan berbagai kegiatan langsung ke desa- desa.

Difinubun berharap, Pemerintah Daerah dapat memberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat kepada seluruh peserta santri, sebagai salah satu syarat untuk masuk pendidikan dasar hingga menengah.

“Kami berharap kepada Bupati Malra, agar kiranya kepada santriwan-santriwati diberikan sertifikat, sebagai salah satu tanda bahwa, mereka telah mampu membaca Al’quran dengan baik, sekaligus sertifikat tersebut sebagai salah satu persyaratan di seluruh tingkatan sekolah, SD/MIN/Tsanawiyah dan Aliyah,” pinta Difinubun.(IN-09)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com