Ekonomi

REPNAS Maluku Siap All Out Menangkan Jokowi-Ma’ruf

45506237_248847182474763_4277955394397011968_n

JAKARTA,INTIM NEWS – Melanjutkan hasil deklarasi dan rapat kerja nasional (rakernas) Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas), Ketua Repnas Maluku Body .W.R .Mailuhu menegaskan, siap mengawal kemenangan Jokowi – Ma’ruf pada suksesi pemilihan presiden dan wakil presiden (wapres) Republik Indonesia (RI) periode 2019-2024 mendatang.

“Menurut survey internal Repnas, Pak Jokowi dan Pak Kiai Ma’ruf Amin memperoleh elektabilitas lebih dari 60 persen.Kami Repnas Maluku siap bekerja all out ,memenangkan pasangan Jokowi – Ma’ruf.Kami memiliki keyakinan, pasangan ini akan memperoleh 85 persen suara mayoritas di Maluku,” ujar  Mailuhu dengan penuh keyakinan,dalam rilisnya yang diterima INTIM NEWS,Selasa (06/11/2018).
Mailuhu menilai,Pak Joko Widodo yang lebih akrab disapa Jokowi ini,selain dirinya adalah incumbent,sudah memberikan dampak kepada pelaku usaha kecil dan menengah, juga meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan dengan pengetatan regulasi, melalui Kementerian Kelautan, juga akses tol laut dan membangun bendungan Waeapo.

“Dengan semua kerja nyata yang sudah dilakukan Pak Jokowi untuk Maluku,maka kami turut bertanggung jawab memenangkan pasangan ini di 11 kabupaten dan kota. Kini saatnya, waktunya pengusaha muda tampil ke depan,”ajaknya.
45407012_2402731683287750_8197978410597744640_n

Sementara itu, Sabtu (03/11/2018) pekan lalu,sejarah baru sedang dirajut di Hotel Fairmont.Di hadapan Presiden Joko Widodo,ribuan pengusaha yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia,berkumpul bersama dan menyatakan ikrar untuk mendukung Jokowi. Mereka bersatu di bawah panji dan bendera Repnas untuk Jokowi-Ma’ruf. Tak terkecuali, delegasi Repnas Maluku yang di pimpin oleh Body W R Mailuhu, sebagai Ketua Repnas Maluku.
pada momen tersebut dalam pidatonya,Ketua Umum Repnas, Eka Sastra, menyebut pertemuan itu sebagai sejarah baru. Para pengusaha, baik besar maupun kecil yang setiap hari bergelut dengan persoalan ekonomi, menyatakan sikap mendukung Jokowi. Seolah mengulangi sejarah para pengusaha dan pedang yang terhimpun dalam Sarikat Dagang Islam (SDI) 40 tahun menjelang kemerdekaan, sekaligus sebagai sikap menolak dominasi asing dalam perekonomian nusantara.
Ingatnya,dalam buku An Age of Motion yang ditulis sejarawan asal Jepang, Profesor Takashi Shiraishi, para pengusaha dan pedagang adalah yang mula-mula menggerakkan nasionalisme dan membentuk jaringan kerja di Kepulauan Nusantara.
Melanjutkan pidatonya, Eka Sastra menegaskan komitmen para pengusaha muda yang kembali berkumpul.Menurutnya,memiliki semangat ikut berkontribusi dalam menentukan siapa pemimpin terbaik bagi bangsa ini adalah, seseorang yang merasakan bagaimana kerja-kerja kecil membangun usaha, pernah berpeluh keringat dalam merintis karir, agar kelak bisa bekerja lebih baik untuk bangsa.
Diketahui,Presiden Jokowi yang hadir di acara itu juga bernostalgia ketika menjadi pengusaha muda. Dia merasakan semangat yang sama yakni,semangat muda untuk menjadi yang terbaik.
“Waktu masuk ruangan,Saya ingat saat jadi pengusaha di Solo. Semangatnya sama. Yang namanya pengusaha itu, harus bisa memanfaatkan peluang, pandai memanfaatkan opportunity, sekecil apapun peluang itu,” kata Jokowi saat mengisahkan pengalaman pribadinya,dihadapan forum peserta Repnas .
Selain mengklarifikasi banyak isu, Jokowi juga menjelaskan kebijakan pembangunannya yang merata di seluruh Indonesia. Dia tidak hanya membangun Jawa, tetapi semua wilayah.
“Sebetulnya kalau Saya mau, di tahun politik bangun saja di Jawa, karena 60 persen penduduk di sini ‘return of business-nya di sini, return of politic-nya cepat di sini.Tetapi, mengelola negara bukan hanya urusan ekonomi, membangun infrastruktur bukan hanya masalah ekonomi tetapi juga urusan persatuan. Ini soal keadilan,” tegas Jokowi.
Tersentuh oleh penuturan Jokowi dan demi Indonesia yang lebih baik, Bahlil Lahadalia, Eka Sastra dan semua pengusaha muda yang hadir siap untuk bergerak demi Jokowi.
“Repnas akan jadi kader terdepan, dalam menjelaskan ekonomi kepada publik sebagai pengusaha muda yang merasakan perekonomian saat ini. Para pengusaha lokal, tidak hanya dijadikan objek pembangunan tapi subyek, “ kata Eka Sastra.
Alhasil,pertemuan di hotel itu memang bersejarah. Pantas saja jika seorang ilmuwan pernah mencatat, kepemimpinan di Indonesia selalu bergerak sesuai dengan arah zaman. Pada era awal, pemimpin adalah para pejuang. Selanjutnya dipegang militer. Setelah itu para teknokrat. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top