Maluku Tenggara

Pemda Malra Gandeng Unpatti, Kaji Potensi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

45630810_332872417540043_4002341248454098944_n

Malra,Maluku– Pemda Daerah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) bersama Fakultas Perikanan dan Ilimu Kelautan Universitas Pattimura, mengadakan kegiatan konsultasi publik revisi kajian potensi sumber daya kelautan dan perikanan, tahun 2018, pada daerah pengembangan perikanan pertama wilayah Kei Kecil,Kamis (8/11/2018)

Dalam sambutan Bupati Maluku Tenggara, Hi, Thaher Hanubun, yang dibacakan Asisten I Setda Malra, Drs. AbduL Hamid Ingratubun M.Si, mengatakan, sejak terjadi pemekaran daerah otonom Kabupaten Maluku Tenggara melalui Iegitimasi UU, tanggal 10 Agustus 2007 lalu, pemekaran wilayah kecamatan dan Implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pembangunan kelautan dan perikanan di Kabupaten Malra, masih terkendala dengan keberadaan data dan Informasi potensi sumberdaya perikanan yang dimiliki, akan tetapi disisi yang lain, Malra memiliki spesifikasi yang kuat untuk pembangunannya yang mengarah pada pemanfaatan potensi yang ada.

“Paling tidak dukungan kuat untuk kelautan pesisir dan puIau-pulau kecil di wilayah ini adalah sumberdaya pesisir dan Iautnya. Walaupun demikian fungsi pusat kota sebagai pusat pelayanan tidak dapat dhindari mengingat fungsinya yang baik sebagai pusat pelayanan terhadap hinterland-nya,”tandasnya.

45761068_614069099010594_51186702974189568_n

Menurutnya, pelaksanaan Konsultasi Publik yang digagas Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malra, merupakan hal penting berkaitan dengan kondisi geografis wilayah Kabupaten Maluku Tenggara yang terdiri dari 2 gugus pulau (Kei Besar dan Kei Kecil) dan 68 pulau dengan garis pantai 651,32 kilometer,dengan luas wilayah 4.212.34 kilometer bujur sangkar.

“Pelaksanaan kegiatan ini sangat penting, apalagi berkaitan dengan rencana penyusunan Rancangan Peembangun RPJMD Kabupaten Malra,guna bersinergi membangun Maluku Tenggara menuju visi-misi Pemkab Malra periode 2018-2023” paparnya.

Menurut Bupati, keberadaan potensi pesisir dan laut merupakan peluang bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional terutama untuk mensejahterahkan masyarakat.

Olehnya itu, pemkab Malra menaruh perhatian besar terhadap pengelolaan sumber daya pesisir dan laut tersebut dengan prinsip pembanguan berkelanjutan.

45705375_575770272866243_3751557287701905408_n

Bupati menegaskan, untuk konsep menjaga keseimbangan masyarakat adat Kei memiliki budaya gotong royong atau disebut Maren dengan memupuk kesadaran masyarakat melalui pendekatan yutut dan yot yang mengoptimalkan pemanfaatan secara bijak dan berkelanjutan.

“Artinya, faktor adat dan budaya dapat diandalkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan yang kondusif sebagai modal pengelolaan dan pemberdayaan yang lestari dan berkelanjutan,” tandasnya.

 Olehnya itu, Pemkab Malra juga membutuhkan,data dan informasi potensi yang bermanfaat bagi dasar pengambilan kebijakan pemanfaatan potensi dan investasi.

“Melalui kegiatan, yang dipusatkan pada 6 kecamatan dapat mengidentifikasi seluruh potensi sumber daya perikanan di Malra, dan dijadikan sebagai data dan informasi dalam kebijakan pemanfaatan sumber daya perikanan dan kelautan di daerah,” Pungkas Ingratubun. (IN-09).

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top