Kesehatan

Kualitas SDM Ditentukan Oleh Status Gizi Yang Baik

46513911_313336275936411_6299307792922574848_n

AMBON,MALUKU – Sekretaris Kota (Sekkot)Ambon A.G.Latuheru saat membacakan sambutan Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengungkapkan,kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ditentukan oleh status gizi yang baik.Ini dikatakan Latuheru, pada pembukaan sosialisasi kepada ibu-ibu rumah tangga,yang digelar oleh Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon,Kamis (22/11/2018) di Gedung Serba Guna PPN Tantui,Ambon.

“Pencegahan stunting dan pembinaan kelurahan Beragam,Bergizi,Seimbang dan Aman (B2SA) yang mempengaruhi terwujudnya SDM yang berkualitas dengan melakukan konsumsi pangan, kualitas SDM sangat ditentukan oleh status gizi yang baik.Dimana, status gizi yang baik ditentukan oleh jumlah asupan pangan yang di konsumsi,”jelasnya.

Disebutkan lebih lanjut oleh Sekkot,masalah gizi yang terjadi pada masa tertentu, menimbulkan masalah pembangunan di masa akan datang. Saat yang menjadi fokus perhatian pemerintah adalah ,Stunting masalah kurang gizi kronis yang menyebabkan pertumbuhan anak, menjadi pendek dan kerdil pada usianya.

“Asupan gizi yang kurang akibat pemberian makanan tidak sesuai, dengan kebutuhan gizi melalui konsumsi pangan yang beragam, bergizi dan berimbang serta aman, akan turut mempengaruhi masa depan bangsa juga daerah ini.Karena gizi yang kurang, menyebabkan stunting ,menyebabkan kurangnya kecerdasan,”ungkapnya.

Lanjutnya,sekitar 37 persen dari 9 juta anak mengalami stunting di Kota Ambon sebanyak 143 anak.Oleh karenanya,perlu konsumsi pangan yang berkualitas,ditujukan dengan beragam jenis pangan dan pola konsumsi pangan agar dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan.

“Secara gencar, pemerintah melakukan upaya diversifikasi fungsi pangan .Dengan upaya yang dilakukan ,tidak untuk mengganti beras tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat, dengan mengkonsumsi lebih banyak jenis pangan, baik jenis pangan karbohidrat, protein yang menjadikan kualitas gizi lebih baik,”tuturnya.

Menurut Walikota pada sambutan tersebut,dalam upaya mempercepat pemahaman masyarakat tentang stunting dan B2SA ,bekerjasama dengan PKK ,sebagai salah satu bentuk perwujudan masyarakat Kota Ambon yang cerdas, di masa yang akan datang.

“Kegiatan ini dikhususkan bagi kalangan ibu rumah tangga, mengingat asupan gizi yang baik berasal dari keluarga.Oleh karena itu, pembinaan kelurahan B2SA sasaran adalah, pemanfaatan kearifan lokal yang mampu diberdayakan secara optimal, oleh ibu-ibu rumah tangga.Jadi harus variasi dalam menyajikan menu, agar  tidak bosan,”paparnya.

Walikota berharap, ke depan tidak ada stunting agar masa depan dapat terwujud karena, ada generasi masa depan yang cerdas dan produktif.

Sementara itu,Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon Deby Louhenapessy menambahkan, asupan makanan yang tidak bergizi menyebabkan stunting.Karena itu, PKK bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, memberikan sosialiasi kepada ibu-ibu rumah tangga untuk menyiapkan makanan, dengan standar menu yang pas untuk pemenuhan gizi anggota keluarga.

“Anak-anak membutuhkan banyak asupan gizi yang harus dipenuhi dengan B2SA,”himbaunya dengan singkat.

Sekedar tahu,stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.Umumnya karena, asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.Stunting terjadi, mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.(MG-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com