Kesehatan

Keterbatasan Biaya,Ananda Muniati Pengidap Hidrocepalus 13 Tahun Hanya Di Rumah

IMG-20181129-WA0043

AMBON,MALUKU – Satu lagi generasi penerus bangsa yang kurang beruntung. Pasalnya,lantaran sakit selama 13 tahun,gadis bernama Ananda Muniati pengidap hidrocepallus setiap harinya hanya di tempat tidur rumahnya yang tinggal di Kompleks Kuburan,Gunung Malintang , Kecamatan Sirimau,Kota Ambon.

IMG-20181129-WA0041

Informasi yang diterima INTIM NEWS,Jumat (30/11/2018),Ananda yang saat ini berusia 14 tahun,diketahui mengidap penyakit kelebihan cairan otak ini,setelah dirinya berusia 1 tahun.

“Kondisi anak Saya, sejak lahir normal seperti anak biasa pada umumnya, namun semenjak 1 tahun kelahiran, kepalanya Muni (sapaan akrab Ananda-red), mulai membesar namun badanya tetap normal seperti biasa. Beberapa tahun kemudian, Muniati mengalami batuk berdahak. Batuk tersebut, membuat Muni kesulitan dalam mengonsumsi makanan sehingga, lama kelamaan kondisi badannya pun terganggu hingga kurus. Terkadang, Muni tidak sanggup menahan batuk yang deritanya sehingga, mengeluarkan lendir dan darah melalui hidung,”tutur Muna,Ibu dari Ananda saat menceritakan kondisi Ananda,sembari meneteskan air mata.

IMG-20181129-WA0047

Lanjut Muna,Saya dan keluarga sudah berusaha untuk membawa Muni di beberapa rumah sakit di Kota Ambon. Namun, karena keterbatasan biaya dan keterbatasan alat yang dimiliki oleh rumah sakit di kota Ambon,
maka beberapa Dokter menganjurkan untuk Muni ,segera di rujuk ke rumah sakit di Makassar.

“Rumah sakit di Ambon,keterbatasan alat,jadi Muni di rujuk ke Makassar. Karena keterbatasan biaya akhirnya, sampai sekarang Muni pun belum bisa kami rujuk ke rumah sakit yang di tujukan Dokter, “akuinya.

IMG-20181129-WA0045

Diketahui, dalam hal ini ibu dan nenek Muni tidak berputus asa merawat dan menjaga Muni. Mereka bekerja sebagai buruh cuci, guna mengumpulkan biaya untuk keberangkatan adik Muni ke salah satu rumah sakit di kota Makassar. Ananda Muni selama ini, mengonsumsi bubur yang di campur sayuran dan susu dancow cokelat.
Ananda Muni ,juga tidak dapat berbicara selain menangis, tertawa dan tersenyum.

Merespon kondisi ini,relawan Rumah Zakat Ambon silaturahim ke rumah Ananda Muniati.
Relawan Rumah Zakat Ambon membuka komunikasi bantuan ,melalui nomor telepon 081247096849 atas nama Sadam Rumalolas, Koordinator Relawan Rumah Zakat Ambon.
Atau,bagi masyarakat Kota Ambon secara khusus atau Maluku pada umumnya yang ingin memberikan uluran tangan,bisa langsung menghubungi nomor kontak diatas .Selain itu,bisa langsung berkunjung ke rumah Muniati di Kompleks Kuburan ,Gunung Malintang,Kota Ambon.

“Semoga bantuan Bapak /Ibu,turut meringankan beban keluarga Ananda ,agar bisa dirujuk ke Makassar untuk menjalani operasi.Save Ananda Muni,mari kita peduli sesama,”ajak Sadam Rumalolas,Koordinator Rumah Zakat Ambon. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com