Ekonomi

IMK Maluku Triwulan III 2018 Alami Kenaikan

45426775_252153012098622_2337155786112761856_n

AMBON,MALUKU  –  Produksi Industri Mikro Kecil (IMK) provinsi Maluku triwulan III pada periode bulan Juli hingga September 2018 naik 0,92 persen ,dibanding periode bulan April hingga Juni lalu.Hal ini dibenarkan oleh Johny Tuhumury Kepala Bidang Produksi Statistik,pada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku,Jumat (01/11/2018),kepada sejumlah media,di kantor tersebut yang terletak di Negeri Passo.

Menurutnya,pertumbuhan positif ini ditunjang oleh pertumbuhan produksi di industri makanan, minuman, tekstil, barang dan logam,bukan mesin dan peralatannya,serta industri furnitur.

Lebih lanjut Tuhumury menuturkan,selama triwulan III 2018 , beberapa IMK yang mengalami pertumbuhan negatif adalah industri pakaian jadi,industri kayu,barang dari kayu dan gabus, barang anyaman dari bambu,rotan dan sejenisnya,industri bahan kimia, barang dari bahan kimia,industri barang galian bukan logam,industri alat angkutan lainnya,industri pengelolaan lainnya dan jasa reparasi pemasangan mesin.

Sementara itu,industri mikro kecil provinsi Maluku mengalami pertumbuhan positif diatas pertumbuhan IMK nasional,baik secara q-to-q maupun year on year.Disisi lain,sektor industri manufaktur mempunyai sumbangan cukup signifikan dalam pergerakan perekonomian dengan kemampuan, menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan nilai tambah dari input (bahan dasar).

45406593_735027176851252_1209167606041280512_n

Sedangkan,berdasarkan jumlah tenaga kerja,industri manufaktur dikelompokan menjadi industri mikro berjumlah empat belas orang tenaga kerja,industri kecil  sembilan belas tenaga kerja ,industri sedang dua puluh sembilan puluh sembilan tenaga tenaga kerja dan industri besar sebanyak seratus orang atau lebih.

Dirinya menambahkan, berdasarkan sensus ekonomi 2016 ,jumlah usaha atau perusahaan industri manufaktur mencapai 24,9  persen,dari total usaha non pertanian di provinsi Maluku dan dari jumlah tersebut, 99 persennya adalah kelompok industri mikro dan kecil.

“Mulai triwulan II tahun 2018 ,BPS secara rutin telah merilis data pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil .Data ini diperoleh dari hasil survei industri mikro dan kecil yang dilaksanakan mulai tahun 2011 dan tersebar di seluruh provinsi di Indonesia,”tutur Tuhumury.(MG-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top