Maluku

Gubernur Maluku Dituding Hoax Oleh Perkumpulan Save Kilmury

46678717_795204377486494_5507699372709642240_n

AMBON,MALUKU – Perkumpulan anak muda Kilmury yang tergabung  dalam Perkumpulan Save Kilmury,Senin (26/11/2018),kembali menggelar aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Kantor DPRD Maluku.Kali ini,mereka menuding  janji-janji Gubernur Maluku Said Assagaff  hoax.Perkataan ini diungkapkan oleh salah satu pemuda asal Kilmury Ibrahim Kwairumaratu,saat mediasi di Ruang Komisi C,DPRD Maluku dan diterima langsung oleh beberapa Anggota DPRD Maluku.Mereka diantaranya,Anos Yeremias Ketua Komisi C,Ever Kermite Ketua Komisi B,Saodah Teethol ,Wellem Wattimena,Ridwan Ellis,Habiba Pelu dan Lutfi Sanaky turut hadir pula saat mediasi,Kapolsek Sirimau AKP .Mildo S.IK.

46752322_350696178832721_2911963285244870656_n

“Di tahun 2017,Gubernur Maluku dengan beberapa kepala SKPD ,turun sampai di kecamatan Kilmury dan ini hoax Pak Gubernur itu.Pak Said Assagaff menyampaikan bahwa, diakhir 2017 dan memasuki 2018, Kilmury akan dikepung oleh pembangunan.Kalau masih ada data di teman-teman media,  tolong sampaikan ini kepada pihak-pihak yang  berwajib.Gubernur Maluku melakukan hoax terbesar,di Negara ini ,khususnya di Maluku.Dia datang dengan beberapa SKPD disana dan dia bilang begini “orang Kilmury, beta mau bilang bahwa katong su ada disini dan beta pastikan katong keluar dari sini,negeri ini akan dikepung oleh pembangunan”.Faktanya disana, tak ada satu pun bangunan yang terbangun,itu artinya apa? hoax.Jadi, sebenarnya hoax ini ada di kekuasaan,”tegas Ibrahim dengan nada kecewa,sembari mengingat apa yang disampaikan Gubernur .

Dirinya menilai lucu.Pak Gubernur sudah datang dengan beberapa SKPD  tetapi  tidak ada fakta pembangunan disana,ini miris .Katanya,gerakan Save Kilmury  sudah dari tahun  2015 hingga 2018 dan memasuki  2019 tidak ada pembanguan disana.Menurutnya,negara ini hadir tentang dua hal,keadilan dan kesejahteraan.Kalau dua ini tidak ada, apa yang akan terjadi?Rakyat ini sudah muak dengan janji-janji  pemerintah.

46847905_2119812971410600_215744805802606592_n

“Itulah kelemahan orang Maluku,itu menandakan sebenarnya kita tidak bersatu dalam membangun Maluku.Kita berbicara atas persamaan di Maluku, bukan perbandingan.Inilah logika yang dirusak,”ujarnya.

Sementara itu,usai Rapat Paripurna bersama DPRD Maluku,Wakil Gubernur  (Wagub) Maluku Zeth Sahuburua ,saat ditanyai terkait tudingan tersebut oleh sejumlah wartawan mengatakan, terkait proyek ada tiga,yakni,ada proyek nasional,provinsi dan kabupaten kota.Sesuai porsi masing-masing dan tidak bisa diintervensi harus sesuai porsinya.

46712845_1924888360925821_8245523050024402944_n

“Saya kira tidak semuanya itu.Kita harus lihat proyek itu ada tiga, ada nasional,provinsi, ada kabupaten dan kota.Yang punya kewenangan nasional kita tidak campur,yang mempunyai kewenangan provinsi boleh,yang punya kewenangan kabupaten kota, kita tidak bisa intervensi.Kalau itu menurut aturan salah.Jadi,Saya tidak tahu apa yang mereka tuntut,tetapi Saya harus letakkan secara proporsional.Kalau  itu punya pemerintah pusat,ya mungkin kita akan bicarakan,ya kalau provinsi bisa,kita tidak bisa intervensi, kalau untuk kabupaten kota punya,jalan misalnya, dari satu  daerah ke daerah yang lain kalau itu kabupaten,tidak bisa kita intervensi,karena itu salah,itu sangat tergantung.Nah,itu kita diskusikan secara bersama, dengan kabupaten yang bersangkutan.Pak Bupati jalan ini atau kebutuhan yang mana yang harus kita bicarakan bersama,kita tidak mungkin sendiri.Karena pemerintah daerah itu, merencanakan secara transparan dan akuntabel.Kita terbuka.Semuanya itu,ada program pemerintah pusat, ada program  pemerintah provinsi dan ada program  pemerintah kabupaten kota.Yang punya pemerintah kabupaten  dan kota tidak bisa diintervensi oleh pemerintah provinsi,”jelas Wagub.

Contoh konkrit,ingat Wagub,sekarang ada SMP di kampung Saya yang Saya lulus dari situ.Itu dia sama sekali  kewenangan kabupaten,Saya oleh masyarakat di bilang terus- menerus.Menurutnya,Saya cuma bicara kepada  Pak Bupati,kita di provinsi tidak bisa intervensi.

“Padahal sebenarnya kita bisa intervensi,untuk pembangunan perbaikan gedung SMP di Titawai.Tetapi, tidak bisa karena aturan,jadi kita mesti letakkan itu secara proporsional.Saya belum tahu yang mereka minta itu, seperti bagaimana,”ucap Wagub dengan santai.

Sekedar tahu,beberapa item-item yang menjadi keluhan perkumpulan anak muda Save Kilmury ini antara lain,terkait jaringan telekomunikasi,masalah penerangan yakni listrik serta kesenjangan pendidikan, terutama ketersediaan buku pelajaran tingkat SD,SMP dan SMA  yang tidak memadai serta infrastruktur. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com