Pemerintahan

Tangkal Isue Radikalisme, Kesbangpol SBT Gelar Sosialisasi Peningkatan Toleransi Antar Umat Beragama

43531153_1698235543638174_8327530318055604224_n

Bula,Maluku- Perbedaan agama dan kepercayaan sering kali dijadikan sebagai alat pemecah persatuan dan kerukunan antar umat beragama oleh kelompok tertentu. Perbedaan ini pula sering dimanfaatkan kelompok tertentu untuk menyebar paham radikalisme dikalangan masyarakat untuk berhadapan dengan kebijakan pemerintah.

Hal Ini dimungkinkan karena kelompok tertentu tersebut tidak mengabaikan nilai-nilai hakiki dari ajaran agama yang selalu menjunjung tinggi hak-hak setiap umat beragama dan menghargai keberagamaan.

Ungkapan ini disampaikan bupati Seram Bagian Timur, Abdul Mukti Keliobas dalam sambutannya yang dibacakan staf ahli bidang politik, A.Q Amahoru saat membuka kegiatan sosialisasi Peningkaftan toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan beragama tahun 2018 yang digelar Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Kabupaten SBT diaula hotel mutiara Bula Senin, (8/10/2018).

Perbedaan agama, kata bupati, dapat dijadikan sebagai alat pemicu konflik baik horizontal maupun vertikal. Kondisi ini sudah tentu akan mengusik kerukunan hidup antar umat beragama yang telah lama dibangun di negeri ini.

Selain itu, eksistensi keagamaan atau kepercayaan seseorang dapat dijadikan isue dalam setiap momen politik, pemilihan presiden, pemilihan gubernur, pemilihan bupati, pemilihan legislatif bahkan sampai pemilihan kepala desa.

43425722_303766660420077_9103115542432055296_n

“Kondisi ini bila tidak disikapi dengan serius maka pada akhirnya akan menyeret masyarakat ke dalam konflik horizontal maupun vertikal, “ungkapnya.

Kata bupati, untuk terus menjamin proses pembangunan guna mewujudkan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur yang sejahtera lahir dan batin, maka dibutuhkan suasana yang kondusif, aman dan sejuk. Harapan ini sangat mudah terwujud apabila kerukunan antar umat beragama selalu terjaga.

“Untuk itu, melalui forum sosialisasi peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama ini diharapkan agar para peserta yang hadir mendapatkan penguatan nilai-nilai moral dari setiap narasumber untuk selanjutnya dapat di sebarluaskan dan diaplikasikan dalam kehidupan antar umat beragama dikabupaten Seram Bagian Timur, “harap bupati.

Kegiatan sosialisasi peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama ini diikuti peserta dari kalangan toko masyarakat, toko pemuda, toko lintas agama dan sejumlah kepala pemerintah negeri dikabupaten SBT.

Selain itu, kegiatan sosialisasi ini ini menghadirkan narasumber ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten SBT, Malik Kilwow dan ketua klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Seram Timur, Pdt. Lodewyk Laisila, S.Th. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com