Hukum & Kriminal

Reka Adegan Kasus Hutumuri vs BIN Gadungan, Polisi Diminta Adil

42999644_550030845449608_5567968935082459136_n

AMBON,MALUKU- Direncanakan hari ini, Kamis (11/10/2018) Polres Pulau Ambon dan PP. Lease akan melakukan reka adegan atas kasus penganiayaan terhadap  BIN Gadungan, Yohanis Brikmans Lurry yang melibatkan beberapa masyarakat Hutumuri.

Reka adengan dilakukan sesuai petunjuk Jaksa. Kasus penganiayaan yang terjadi 3 Mei 2018 lalu itu sebelumnya telah berakhir damai dengan mediasi hingga pembuatan dan penandatanganan surat kesepakatan damai yang berlangsung di Kantor Negeri Hutumuri 15 Mei 2018.

Waktu mediasi sendiri diberikan pihak Polsek Leitimir Selatan kepada pihak Pemerintah Negeri. dan itu telah dilakukan dengan menghadirkan sejumlah saksi, yakni Pemerintah Negeri Hutumuri, dalam hal ini Penjabat Raja Negeri Hutumuri, Wellem Waas, Babinkantibmas Polsek Leitimur Selatan, Babinsa Hutumuri, Beberapa perwakilan masyarakat Hutumuri, Ketua Saniri Negeri Lengkap, Wenly Thenu, Ketua KIN Maluku, Devy Silety bersama isteri.

Namun setelah semua proses perdamaian tersebut berjalan. Kasus tersebut tetap berjalan. Namun, yang mengganjal dari kasus tersebut adalah, BIN Gadungan yang adalah orang yang menyebabkan terjadinya penganiayaan terhadap dirinya itu, tidak diproses.

Bahkan beberapa masyarakat Hutumuri yang sebelum berlangsungnya proses perdamaian tanggal 15 Mei itu, pernah mendatangi kantor Polsek Leitimur Selatan untuk mempertanyakan dan melaporkan secara resmi kasus pencurian dan pengamanan pelaku pencurian yang dilakukan oleh BIN gadungan dan juga soal pengancaman yang dilakukan  oleh BIN gadungan bersama salah satu kerabatnya? Ateng Kailuhu.

Untuk diketahui, BIN Gadungan sebelumnya turut terlibat dalam pencurian karena mengamankan dan membawa kabur pelaku pencurian yang tidak lain adalah anak buahnya sendiri. Namun aneh dalam prosesnya, hanya masyarakat Hutumuri yang diproses, sementara BIN gadungan dengan nyamannya beroprasi di luar dengan identitas palsunya.

Untuk itu, dengan dilakukannya reka adegan ini diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya dalam kasus ini.

“Karena dalam berkas pemeriksaan BIN gadungan itu dia katakan, bahwa penganiayaan ini direncanakan, pencurian yang melibatkan anak buahnya diseting. Padahal ini bukan pencurian yang pertama kali terjadi yang diduga melibatkan  anak buahnya. Hanya saja baru tertangkap tangan saat 3 Mei itu.

Untuk itu kita berharap pihak Kepolisian juga jujur dalam pengamanan kasus ini sehingga sebab- musabab dalam kasus ini juga terungkap. Dan BIN gadungan juga turut diproses,”harap salah satu masyarakat Hutumuri. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com