Maluku

Nyaleg,Frans Kuara Niat Lestarikan Adat Istiadat Di Maluku

44685272_112194619700967_4128673193160343552_n

AMBON,MALUKU– Banyak visi dan misi calon legislatif untuk memajukan Provinsi  Maluku lewat berbagai bidang. Sama halnya dengan Frans Nicolas Tanpati Kuara. Calon Legislatif (Caleg) DPR RI ini, lebih tertarik dan berniat untuk melestarikan budaya Maluku yakni adat istiadat pada setiap daerah.

Hal ini diungkapkan Kuara kepada INTIM NEWS,di Manise Hotel, Selasa (23/10/2018). Menurut caleg dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ini, seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi,nilai-nilai budaya yakni adat istiadat daerah di Maluku mulai terkikis.

Apalagi ,sebagian anak-anak milenial lebih tertarik mengikuti trend setter yang ada, dari pada belajar  dan melestarikan budaya adat tempat dimana dia tinggal.Parahnya lagi, jika Tetua Adat yang sudah memasuki usia senja dan tidak ada penerusnya yang berniat mewariskan ,akan sangat sulit melestarikan.

“Budaya adat Maluku mulai terkikis dengan perkembangan teknologi serta sebagian anak-anak milenial lebih tertarik mengikuti trend setter, daripada belajar budaya adat tempat tinggalnya.Bisa dihitung dengan jari anak-anak muda yang berniat melestarikan budaya adat.Apalagi,kalau Tetua adat memasuki usia senja dan tidak ada penerus,sangat sulit melestarikannya. Olehnya itu, visi dan misi Saya, kita membangun Maluku ini adalah kepulauan sangat kental sekali dengan adat  istiadat. Kita harus menjaga budaya karena budaya Maluku adalah adat istadat.Bersama para tetua adat untuk membangun Maluku ini, mulai dari desa sampai ke kota,”sebutnya.

Dirinya berharap, masyarakat Maluku harus memilih para politisi ke Senayan ini yang pas,yang tepat dan jangan asal  memilih saja padahal kedepannya tidak pas.

Sekedar tahu,motivasinya menjadi salah satu kontestan pada pileg tahun 2019 mendatang ini untuk membangun Maluku ke depan dengan pola-pola piker yang dimiliki dan siap direalisasi bagi kesejah teraan masyarakat.

Dirinya menilai,perkembangan di Maluku sangat lambat maka,dengan backgroundnya sebagai seorang pelaut  dan berhenti sebagai pelaut dengan status sebagai Nahkoda,mencoba terjun ke politik ini untuk bersama-sama politisi lain membangun Maluku ke depan. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top