Ekonomi

Ekspedisi Kas Keliling BI Masih Terfokus Pada Wilayah 3T

44522673_709018232800619_6509265710114406400_n

AMBON,MALUKU– Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Maluku Bambang Pramasudi mengatakan, untuk ekspedisi kas keliling BI masih terfokus pada wilayah Pulau Terdepan,Terluar danTertinggal (3T) di Provinsi Maluku.Menurutnya,ekspedisi  ini merupakan  yang kedua kali dilakukan BI di tahun 2018 dengan  tujuan, meningkatkan kualitas uang layak edar di tengah masyarakat.

“Ekspedisi kedua ini akan kami laksanakan pada akhir Oktober dengan rute mulai dari wilayah di Maluku Tenggara Barat (MTB), Maluku Barat Daya (MBD) sampai ke Nusa Tenggara Timur (NTT),” sebut Pramasudi di Ambon, Selasa (21/10/2018).

Pramasudi ungkapkan, rencana ekspedisi ketiga akan berlangsung pada bulan  November 2018 dengan rute dimulai dari wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sampai ke Papua Barat, khususnya pulau-pulau yang tergolong 3T.

Ekspedisi pertama untuk 2018, sudah dilakukan beberapa waktu lalu dengan rute di mulai dari Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan sekitarnya sampai ke Maluku Utara.

“Tugas pokok dari BI adalah kelancaran sistim pembayaran termasuk distribusi uang rupiah baik kertas maupun logam ke seluruh pelosok NKRI. Dalam konteks seperti itu, BI senantiasa memperkuat peredaran uang Rupiah di wilayah Indonesia, termasuk seluruh wilayah di Maluku dengan menambah pelayanan kas keliling, kas titipan dan BI jangkau, melalui kebijakan tiga pilar,” jelasnya.

Yang pertama, sebutnya lagi, ketersediaan uang yang berkualitas dan terpercaya. Kedua adalah distribusi uang yang aman dan optimal dan ketiga adalah layanan kas yang prima.

Semua ini, masih kata dia, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup. Tujuan kedua, jenis pecahannya yang sesuai dan tepat waktu. Dan  ketiga tentunya adalah, uang yang diedarkan dalam kondisi yang layak edar.

Dirinya menambahkan, untuk mengedarkan uang rupiah ke seluruh pelosok tersebut secara konsisten,  BI telah melakukan strategi bersinergi dengan bank,  maupun lembaga lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat antara lain, melalui pembukaan kas titipan.

“Kas titipan ini adalah penyediaan uang rupiah milik BI yang dititipkan kepada salah satu bank untuk mencukupi persediaan kas bagi bank-bank di wilayah tersebut dan memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut,” tutur Pramasudi. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top