Agama

DPD LASQI SBT Ingin Miliki Studio Rekaman

44452553_543213099435379_1675498262934585344_n

Bula,Maluku-Perkembangan seni musik Qasida dikabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dari tahun ke tahun terus mengalami kemajuan yang signifikan. Bakat seni Qasida generasi muda didaerah dengan julukan “Ita Wotu Nusa” itu tidak perlu diragukan lagi. Ini terbukti dengan adanya sejumlah kafilah asal SBT peraih juara nasional yang mewakili Provinsi Maluku diajang yang sama ditingkat nasional.

Melihat potensi itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Seni Qasida Indonesia (LASQI) Kabupaten SBT berencana memiliki studio rekaman. Studio rekaman itu akan diperuntukkan untuk pengembangan seni Qasida didaerah itu. Selain studio rekaman, DPD LASQI SBT juga akan mengembangkan bakat seni Qasida melalui sangar-sangar seni yang ada didaerah itu.

Hal ini disampaikan ketua DPD LASQI SBT, Ny. Yulia Misa Keliobas dalam sambutan pada pembukaan festival seni Qasida tingkat kabupaten SBT tahun 2018 yang digelar pada Senin, (14/10/2018) lalu digedung Serbaguna Kota Bula.

“Sudah saatnya DPD LASQI kabupaten SBT berupaya mendorong anak-anak dari hasil seleksi ini menuju industri musik, bahkan DPD LASQI kabupaten SBT berkeinginan untuk memiliki sebuah studio rekaman, “Ujar Ny. Yulia Misa Keliobas.

Menurut istri bupati SBT ini, keinginan untuk memiliki studio rekaman dimaksudkan untuk memicu generasi muda untuk mengembangkan bakatnya dibidang seni musik Islami itu.

Selain itu, dengan adanya studio rekaman diharapkan akan menjadi sumber pendapatan bagi kafilah yang meraih juara pada ajang lomba seni musik bernuansa Islami tersebut. Sebab, dari rekaman yang dihasilkan dalam piringan CD itu akan dipasarkan (dijual) kepada masyarakat didaerah itu.

“Anak-anak yang nantinya keluar sebagai pemenang tidak hanya memiliki kebanggaan saat menerima piagam dan piala saja namun mereka juga dapat mengolah vokalnya lebih jauh melalui studio rekaman yang disiapkan sehingga outputnya dapat membantu yang bersangkutan lewat pemasaran kaset atau CD yang dihasilkan, “ungkapnya.

44243226_503528553463329_4874688461057032192_n

Dikatakan, potensi bakat generasi muda SBT dibidang seni musik Qasida tersebar dihampir seluruh pelosok dinegeri itu. Untuk itu, perlu dilakukan pengembangan dan pemberdayaan oleh semua pihak terutama lembaga seni Qasida yang konsen dibidang tersebut.

Namun pengembangan dan pemberdayaan bakat generasi muda dibidang seni Qasida perlu mendapat dukungan dari stakholder terkait terutama Pemerintah daerah maupun lembaga legislatif didaerah yang mayoritas berpenduduk muslim itu.

“Bakat dan potensi seni Islam generasi muda Ita Wotu Nusa yang menyebar dihampir seluruh pelosok negeri ini dapat tergali dan terbina untuk dijual sebagai produk daerah untuk nama baik negeri ini dan pemberdayaan anak negeri dibidang seni musik Islami. Untuk mewujudkan impian besar DPD LASQI tersebut, tentunya dalam semangat gumumae ita Wotu wanu, saya memohon dukungan berbagai komponen yang ada didaerah ini teristimewa bapak bupati, wakil bupati, pimpinan dan anggota DPRD kabupaten SBT serta seluruh komponen pemerhati seni musik didaerah ini, “katanya.

Festival lomba seni Qasida tingkat kabupaten SBT tahun 2017 yang digelar itu, kata dia, tidak hanya semata-mata untuk memilih dan menetapkan peserta Qasida terbaik tingkat kabupaten SBT yang akan mewakili kabupaten SBT ke festival seni Qasida tingkat provinsi Maluku tahun 2017 dikota Ambon pada akhir Oktober mendatang, akan tetapi hakekatnya adalah diarahkan untuk meningkatkan iman dan takwah kepada Allah SWT melalui pintu syair dan bahasa seni islami.

“Pada sudut pandang inilah DPD LASQI dengan tugas dan fungsinya dapat dijadikan filter terhadap arus nilai-nilai budaya yang tidak sesuai dengan ajaran agama pembangunan karakter bangsa, “ujar dia.

Eksistensi lembaga yang dipimpinnya telah tergambar pada tugas dan fungsinya. Tidak hanya itu, Keberadaan DPD LASQI kabupaten SBT sebagai salah satu lembaga lintas sektoral Pemerintah daerah memiliki peran yang sangat strategis untuk membantu dan bersama pemerintah daerah dalam melakoni penyelenggaraan pembangunan dibidang agama melalui bidang seni musik Islami.

“Tentunya tugas yang kami emban tidak akan berjalan dengan baik dan lancar kalau tidak ada dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat. Oleh sebab itu, kami mohon kepada pemerintah daerah, kepada bapak bupati dan wakil bupati serta pimpinan dan anggota DPRD SBT kiranya berkenaan memprioritaskan kebijakan anggaran untuk DPD LASQI sehingga kegiatan LASQI akan dapat mengakomodir seniman-seniman musik islam dibumi Ita Wotu Nusa untuk berkarya dan berprestasi, “jelasnya.

DPD LASQI SBT kata dia, dalam kiprahnya dari tahun ke tahun selalu menunjukkan trend kemajuan yang yang cukup signifikan.

Ini terbukti dengan memberikan dukungan terbesar bagi kemajuan LASQI provinsi Maluku. Salah satu contoh pada tahun lalu DPD LASQI kabupaten SBT pada ivent festival bintang vokalis tingkat provinsi Maluku meraih juara umum.

Dijelaskan, kehidupan sosial masyarakat SBT yang berbudaya dan agamis serta bakat generasi muda dibidang seni musik Islami yang telah mengharumkan Maluku ditingkat nasional menjadi modal dasar dan peluang sekaligus menjadi komitmen DPD LASQI untuk konsen dalam pembinaan seni musik Islami itu.

“Kedepan konsentrasi dan fokus kami tidak hanya pada penyelenggaraan lomba, akan tetapi pembinaan dan pengembangan baik struktur kepengurusan pada semua jenjang kecamatan dan desa, pembentu kan sanggar-sanggar seni Islam baik Qasida, nasik gambus binaan DPD LASQI kabupaten SBT, “harapnya.

Pelaksanaan festival seni Qasida tingkat kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tahun 2018 akan berlangsung dari tanggal 13 Oktober sampai 16 Oktober 2018.

Diikuti oleh perwakilan dari 15 kecamatan antara lain, Kecamatan Kesui Watubela, Teor, Pulau Gorom, Gorom Timur, Pulau Panjang, Seram Timur, Lian Vitu, Siritaun Wida Timur, Kian Darat, Tutuktulo, Teluk Waru, Bula, Bula Barat, Werinama dan Kecamatan Siwalalat. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top