Hukum & Kriminal

Dituding Tebar Foto Bugil di Medsos, Ini Klarifikasi Keluarga PS

Bugil

Ambon,Maluku– Tepis informasi adanya penyebaran foto bugil yang dilakukan oleh oknum pelajar,pada salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Ambon, membuat keluarga korban PS angkat bicara.

Menyambangi kantor Redaksi INTIM NEWS, orang tua korban, (PS-red),Senin (29/10/ 2018), mengungkapkan informasi penyebaran foto bugil yang dilakukan oleh PS yang masih duduk di bangku SMP salah satu sekolah di  Kota Ambon,bukanlah foto bugil melainkan konten promosi salah satu grup dance korban.

“ Informasi penyebaran foto bugil konon katanya diedarkan sendiri oleh korban,anak kami,itu sama sekali tidak benar. Anak kami PS sebenarnya yang menjadi korban. Konten yang dimuat pornografi di media sosial yang mengatas namakan anak kami sebenarnya menggunakan akun bodong dengan nama Mbadai. Dan akun bodong tersebut sudah dalam proses penyelidikan Ditreskirmsus Polda Maluku,”ucap mereka.

Orang tua korban mengatakan,terkait dengan pembayaran penyebaran konten pornografi dengan bayaran Rp. 1 juta, yang dimuat di media sosial sebenarnya,sangat salah,dan dibawah ancaman pelaku konten bodong Mbadai.

Dan terkait dengan pembayaran Rp 1 juta yang ada di media sosial tersebut bukanlah konten pornografi yang disebar oleh korban, melainkan sebuah konten group dance Hip-Hop,yang direkam dan akan di Upload di media sosial.

“ Untuk pembayaran Rp 1 juta hanyalah disebut-sebut oleh korban. Untuk nominal pembayarannya konten group Hip-Hop yang akan dimuat di media sosial  belum dibayarakan oleh korban. Korban dan group dance itu sebenarnya masih dalam proses latihan untuk pembuatan video dance hip-hop yang akan di upload di media sosial. Latihan hip-hop yang dilakukan oleh korban pun disaksikan oleh para guru di sekolah,”tutur mereka.

Orang tua korban juga mengungkapkan, terkait dengan akun FB, Kim Toehyung yang dipakai korban PS sebenarnya bukan akun palsu melainkan akun asli yang dipakai oleh korban yang penggemar salah sati aktris korea Kim Toehyung pada tampilan FB korban.

Terhadap kasus itu, pihak keluarga yang merasa dirugikan juga telah membuat laporan polisi terkait  penyebaran foto pornografi melalui media elektronik dengan terlapor akun facebook M.Baday.

Laporan itu teregistrasi dalam laporan Polisi nomor LP-B/514/X/2018/MALUKU/SPKT Polda Maluku tertanggal 24 Oktober 2018. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top