Pemerintahan

Dinas Kominfo SBT Gelar Sosialisasi Reduksi “Hoax”

43084586_174817093393739_5795027440656973824_n

Bula,Maluku-Pemberitaan palsu atau Hoax saat ini menjadi trending topik dan isue hangat yang mulai dibahas dalam forum-forum diskusi tertentu. Hoax kini dianggap sebagai salah satu ancaman bagi masyarakat. Untuk mereduksi ancaman Hoax, dibutuhkan peran serta semua pihak terutama masyarakat yang aktif menggunakan media sosial.

Hal ini yang mendorong dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar sosialisasi media dengan tema “Memanfaatkan media sosial dengan bijak dalam mereduksi dampak negatif berita hoax” yang digelar diaula Kementerian Agama Kabupaten SBT pada Rabu (3/10/2018)

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan sejumlah narasumber yang dianggap berkompeten dibidangnya masing-masing. Salah satunya adalah pihak kepolisian dari resort Seram Bagian Timur yang diwakili oleh Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal, Iptu La Beli, SH. M.H.

La Beli dalam paparannya mengatakan, dengan perkembangan internet saat ini menyebabkan banyak berita Hoax bermunculan melalui media sosial. Saat ini berita Hoax muncul menyerupai berita asli, bahkan dilengkapi dengan data-data yang seolah-olah adalah fakta.

“Media sosial yang banyak dipakai untuk menyebarkan berita Hoax adalah facebook dan twitter,”ungkap Labeli.

43114199_1805010782950077_1665184702132125696_n

Ciri-ciri Hoax menurut Labeli adalah, mempunyai sumber berita yang kurang bisa dipercaya. Selain itu, foto dan video dalam berita hoax merupakan rekayasa atau tidak sesuai dengan isi berita. Berita Hoax biasanya mengandung unsur politik atau SARA dan menggunakan kalimat-kalimat profokatif. Tak hanya itu, berita Hoax juga sering mendapat komentar negatif walaupun disisi lain ada yang percaya berita tersebut.

Labeli mengingatkan, pelaku penyebar berita hoax dapat dikenai sanksi hukum pidana sesuai undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Dalam UU tersebut menyebutkan, pelaku penyebar berita hoax bisa dipidana paling lama 4 sampai 6 tahun penjara dan denda 750 juta sampai 1 miliar.

Dikabupaten SBT sendiri sesuai data, kasus ITE yang dilaporkan ke kepolisian dari tahun 2017 sampai 2018 tercatat sebanyak 8 kasus. Yakni tahun 2017 sebanyak 3 kasus dan 2018 sebanyak 5 kasus. Kasus ITE yang dilaporkan itu beragam, mulai dari pencemaran nama baik, penipuan dan pemerasan yang dilakukan melalui media sosial.

Untuk menghindari hoax, Labeli punya tips khusus. Pertama, cek narasumber. Kedua, antisipasi judul berita yang provokatif. Ketiga, baca secara menyeluruh. Keempat, jangan percaya pada foto dan video yang dilihat. Kelima, cari dan bandingkan dengan sumber lain. Keenam, jangan terburu-buru membagikan berita dan ketujuh, kritis dan cuek.

Selain menghadirkan pihak Kepolisian, kegiatan sosialisasi media dengan tema “Memanfaatkan media sosial dengan bijak dalam mereduksi dampak negatif berita hoax” yang digelar dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Seram Bagian Timur selama 2 hari itu menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negeri SBT, praktisi media, anggota DPRD SBT dan ketua majelis ulama kabupaten SBT. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com