Hukum & Kriminal

Tunggakan Raskin Di Maluku,Tersisa Rp 4 Miliar

40888452_677395799296792_8432223105128071168_n

AMBON,MALUKU- Arif Mandu yang menjabat Kepala Divisi Regional Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik  atau disingkat Perum Bulog,wilayah Maluku dan Maluku Utara mengemukakan,biaya tunggakan pembayaran Beras Miskin(Raskin) dari 11 kabupaten dan kota, tersisa Rp 4 Miliar.

“Sisa tunggakan hutang pembayaran raskin tahun 2017 yang harus disetor pemerintah daerah pada 11 kabupaten dan kota di Maluku,kepada Perum Bulog,tersisa Rp 4 Miliar,”ungkapnya,di Kantor Perum Bulog dikawasan Negeri Halong,Selasa (04/09/ 2018).

Dirinya mengaku,selama bulan berjalan di tahun 2017 hingga pertengahan tahun 2018 ini,progres pemerintah daerah penunggak,sangat baik, walaupun belum maksimal.

“Pemerintah daerah penunggak, ada progres untuk membayar hutang. Setiap bulan berjalan hingga pertengahan tahun 2018 ini,ada progres,tetapi belum maksimal. Karena,tim satgas pangan sangat intens mengawasi,sehingga itikad baik mereka untuk melunasi sedikit demi sedikit. Sementara, kabupaten penunggak terbesar adalah Kabupaten Maluku Tengah. Kami pun selalu intens berkomunikasi dengan pemerintah daerah, agar secepatnya dilunasi. Begitupun dengan kabupaten dan kota lainnya di Maluku, segeralah melunasinya ,”pintanya .

Arif Mandu berharap,ditahun 2018 ini,sudah harus clear.Tidak ada tunggakan hutang lagi. Karena,sekarang,sudah tidak berlaku lagi pembagian raskin berbayar.

Sekarang sejak bulan Januari 2018,diganti dengan penyaluran bantuan sosial beras sejahtera secara gratis tanpa pungut biaya sepeser pun kepada masyarakat yang layak menerimanya.

“Mulai bulan Januari tahun 2018,tidak ada lagi raskin.Sudah diganti dengan Bansos Rastra secara gratis. Sistem pembagian per kepala keluarga yang berhak menerima sebanyak 10 kilogram  per bulan berjalan,”tuturnya. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com