Hukum & Kriminal

Stenly Maelissa Harus Dijebloskan Ke Penjara

Tahanan Korupsi

MASOHI,INTIM NEWS– Setelah Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Tengah (Malteng)Dr.Robinson Sitorus,SH.MH,menge luarkan surat perintah penyelidikan baru,direspon dan diapresiasi oleh masyarakat khususnya pemerhati anti korupsi di Kabu paten berjuluk Pamahanunusa itu.

Pasalnya,pasca ditetapkannya Richard Wattimury,sebagai tersangka sekaligus terpidana,dalam kasus korupsi dana penga wasan pemilihan umum kepala daerah,kabupaten Malteng tahun 2016-2017,yang mencapai Rp10,8 Miliar,dengan tidak meloloskannya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Ambon beberapa waktu lalu,masyarakat Malteng sangat merespon dan mengapresiasi langkah yang dilakukan Robinson Sitorus,sebagai kepala Kejaksaan Negeri Malteng.

Masyarakat sebagai pemerhati anti korupsi, meminta dan mengharapkan agar penyidik Kejari Malteng, dapat melakukan penyidikan yang sesungguhnya, terhadap mantan ketua Panwas serta Sekretaris maupun tiga Anggota Komisioner,yang sangat berperan dalam pengelolaan anggaran dana Panwas Rp10,8 Miliar tersebut dan harus menjebloskan mereka ke dalam penjara. Kepada INTIM NEWS,di Masohi,Minggu (02/09 /2018),Rian Idris sebagai pemerhati anti korupsi di daerah ini mengatakan, setelah Kajari Malteng mengeluarkan surat Perintah Penyidikan, terhadap Maelissa dan kroni-kroninya, publik sangat mengapresiasi langkah Kajari tersebut.

“Kami yakin ,dengan dikeluarkannya surat perintah tersebut, oleh Pak Sitorus ,ada suatu langkah maju yang dilakukan oleh lembaga penegakan hukum, terutama Kejaksaan Negeri Malteng ,sebagai komitmen pihak Kejaksaan untuk penegakan hukum kepada masyarakat di daerah ini tanpa terkecuali ,termasuk mereka yang melakukan pengelolaan keuangan Negara,dalam pesta demokrasi tahun 2017 lalu,” ungkapnya.

Rian Idris menuturkan, dalam fakta persidangan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ambon, beberapa waktu lalu yang telah menjerat Richard Wattimury, sebagai mantan bendahara Panwas, sudah jelas akan membuka tabir siapa orang yang paling bertanggung jawab,dalam kasus dana jumbo itu, makanya,Jaksa pada Kejaksaan Negeri Malteng,harus tetap menyeret Stenly Maelissa CS sebagai tersangka baru dan tidak boleh diloloskan sedikitpun dari jeratan hukum.

Sebutnya,fakta sidang sudah jelas menyebutkan Maelissa dan Nirahua sebagai sekretaris serta ketiga Komisioner merupakan orang yang paling bertanggung jawab karena andil mereka, untuk membangun kejahatan dalam pengelolaan dan penggunaan keuangan negara, dalam berbagai kegiatan pelaksanaan pemilukada Malteng tahun 2017.

“Sebagai pemerhati keadilan hukum di Malteng,maka kami sangat optimis kalau tim jaksa pada Kejak saan Negeri Malteng akan mengungkap tabir yang penuh rekayasa dan pembohongan penggunaan keuangan ini. Karena,dalam persidangan ada alat bukti baru yang mengarah kepada mereka,”imbuhnya.

Semua saksi yang dihadirkan dalam persidangan,ujarnya lagi,sudah membuka tabir peran masing-masing orang dimana,semua kesaksian tersebut menyatakan, kalau berbagai langkah yang di lakukan Maelissa CS,sangat melanggar berbagai aturan, dalam pengelolaan keuangan negara sehingga,negara ataupun daerah,telah dirugikan demi kepentingan pribadi mereka,yang berperan di jajaran Panwas Malteng tersebut.

“Kami akan terus mengawal ketat pengusutan tim Jaksa kepada Maelissa CS. Karena nantinya, kami takut ada pihak-pihak yang terus melakukan pendekatan-pendekatan khusus, guna melemahkan Jaksa terhadap proses pemeriksaan terhadap Maelissa dan kroni-kroninya,”tandasnya.

Tambahnya,semua sudah jelas sehingga,tidak ada alasan apapun yang bisa meloloskan mereka dari jeratan hukum.Kalau hal ini masih saja terjadi ,kami siap meneriakkan hal ini sampai kepada pemerintah pusat terutama, kepada KPK maupun Kejaksaan Agung ,untuk dapat melakukan tindakan tegas terhadap kasus yang telah merugikan negara dan daerah ini. (IN-18)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com