Kesehatan

Putus Penularan Campak Dan Rubella, Ambon Kejar Target 95 Persen

42612073_164641971107765_4630280645543723008_n

AMBON,MALUKU- Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Ambon,gelar evaluasi capaian Campak dan Rubella di kota Ambon yang terselenggara  di ruang Media Center Balai Kota Ambon,Rabu (26/09/2018).

Dr.Siloy Soempiet selaku Kepala Bidang P2P pada Dinkes kota Ambon memaparkan, perjalanan kota Ambon dalam upaya memutus mata rantai penyakit Campak dan Rubella, masih setengah jalan.

Sebutnya,sampai  dengan tanggal 25 September 2018 ,baru 57,88 persen anak yang memperoleh imunisasi.Padahal untuk memutus mata rantai penularan Campak dan Rubella, diperlukan minimal 95 persen anak dari target usia untuk imunisasi.

Walaupun demikian dirinya mengaku, tetap memberikan apresiasi kepada orang tua dari 66.454 anak di Kota Ambon yang sudah mengijinkan anak-anaknya, untuk mendapat perlindungan dari penyakit Campak dan Rubella lewat imunisasi. Setelah kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) di Pulau Jawa,kasusnya mengalami penurunan signifikan.

”Kami mengharapkan hal yang sama terjadi di kota Ambon,sehingga tidak perlu lagi ada kasus-kasus JLB Campak dan anak-anak yang terlahir dengan sindrom Rubella,”papar Dr. Siloy.

Dia melanjutkan,pada tahun 2017 di kelurahan Waihoka masih ditemukan 12 kasus campak,kita bersyukur tidak ada yang meninggal dari penyakit berbahaya ini. Berdasarkan pemetaan Dinkes kota Ambon,wilayah kerja Puskesmas Air Besar, Puskesmas Waihoka,Puskesmas Rijali,dan Puskesmas Nania memiliki cakupan terendah dalam imunisasi MR,artinya anak-anak yang tinggal di wilayah tersebut lebih rentan terserang penyakit tersebut.

“Hal ini disebabkan tidak adanya kekebalan kelompok di masyarakat yang terbentuk bila capaian imunisasi lebih dari 95 persen,”tandasnya.

Lanjutnya, pada tanggal 17 September 2018 sudah dilakukan pertemuan evaluasi midtrem kampanye imunisasi MR di kantor Walikota yang melibatkan 66 Kepala Sekolah,DPRD,Dinas terkait dan Tokoh – Tokoh Agama.Dalam pertemuan hadir sebagai narasumber,Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)  provinsi Maluku Ustad Abdullah Laitupa.

Laitupa mensosialisasikan surat dukungan MUI provinsi Maluku untuk melaksanakan imunisasi MR, sebagai salah satu ikhtiar melindungi generasi muda Maluku.Dukungan terhadap imunisasi MR ini, juga diberikan oleh Ketua Yayasan Al Hilal Ustad Hadi Basalama dan Ustad Rifki Alhamid.

“Dalam beberapa minggu kedepan,Dinkes kota Ambon akan melaksanakan berbagai inovatif MR untuk mendekatkan akses imunisasi MR kepada masyarakat.Diskusi-diskusi interaktif tentang imunisasi dalam pandangan Islam,akan digelar pada beberapa tempat dengan mendatangkan Ustad-Ustad senior di kota Ambon,”ungkapnya.

Menurutnya,mengejar 42 persen bukan suatu hal ynag tidak mungkin.Tetapi memerlukan upaya seluruh kekuatan pembangunan.Melakukan upaya-upaya besar,harus dikoordinasi oleh seorang pemimpin yang kuat dari tingkat Kecamatan,RT dan RW.

Untuk itulah, perjuangan  melindungi anak-anak Ambon,harus dimulai dengan kepemimpinan kuat dari camat yang adalah perpanjangan tangan dari Walikota.

Dia menambahkan,Dinkes kota Ambon optimis bisa mencapai target 95 persen,seperti petuah yang ditekankan oleh Ustad Rifki Alhamid dalam pertemuan di kantor Walikota,apabila satu kaum menyerahkan satu urusan bukan pada pakarnya, tunggulah akan kehancuran kaum itu.

Oleh sebab itu, masyarakat perlu bijaksana dalam memilah-milah informasi yang diterima dan dapat melihat manfaat imunisasi yang lebih besar, untuk anak-anak di Kota Ambon. (MG-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com