Kesehatan

Penderita Tumor Ganas di Malteng,Butuh Sentuhan Tangan Dari Pemda Dan Tenaga Medis

41484358_323725528362608_2180605821606428672_n

Masohi,Malteng- Abdul Chair Lewenussa (59 tahun)merupakan warga masyarakat Negeri Soahuku Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) kini hidup dan pasrah kepada takdir akibat menderita Kanker Tumor Ganas yang sudah mencapai 18 tahun lebih.

Kanker Tumor Ganas yang melanda sang bapak tujuh anak ini sejak tahun 2000 hingga saat ini belum pernah mendapat perhatian para medis baik di Puskesmas Amahai maupun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi.

Data yang di himpun media ini dari sang penderita di kediamannya(Soahuku)pada Minggu,(9/9/ 2018)mengakui kalau dirinya mulai merasa terjadi peradangan berupa biji yang timbul dan keras seperti sebuah kelereng pada langit-langit mulut bagian atas.

“Awalnya saya merasa sakit pada bagian langit-langit, kemudian saya mencoba untuk merabahnya ternyata ada semacam biji yang bentuk perti sebuah kelereng. Setelah saya merasakan peradangan dan sakit tersebut, saya berupaya untuk memerik sanya ke dokter,”ucap Abdul Chair Lewenussa kepada media ini yang di dampingi oleh sang Istri Sifa Waleuruw dan beberapa anaknya.

Lanjut dikatakan,tetapi saat terjadi benjolan itu, situasi dan kondisi masyarakat Maluku, termasuk di Kabupaten Maluku Tengah dalam kondisi konflik akibat terjadinya konflik sosial(kerusuhan)sehingga dirinya harus menahan sakit sambil berha rap kalau penyakit tersebut hilang.

41319342_232286067465001_6609399105934327808_n

Namun dalam kondisi konflik tersebut ada kapal perang TNI Angkatan Laut yang datang dan berlabuh di laut pantai kelurahan Ampera guna melayani masyarakat yang sakit pada situasi konflik tersebut sehingga,dirinya memberanikan diri untuk datang ke kapal guna di lakukan pemeriksaan kepada saya.

“Alhasilnya setelah saya sampai di kapal dan menemui medis waktu itu untuk di periksa, namun dari hasil pemeriksaan ada beberapa dokter dan perawat menjelaskan kalau penyakit saya sekarang ini tidak ada dokternya, maka saat itu juga saya pulang ke rumah dan tinggal bertahan.Namun di perkirakan dalam kurun waktu mencapai 10 tahun, saya merasakan peradangan dan sakit mulai mengguyur tubuh saya,namun karena kehidupan ekonomi saya bersama keluarga saat itu pas-pasan sehingga saya dan keluarga mengurung niat untuk tidak berobat ke mana-mana,” ucap Lewenussa.

Kendati demikian ungkap sang ayah yang merupakan buruh kasar ini bahwa dalam perjalanan hidupnya bersama keluarga dalam kurun waktu mencapai delapan tahun terakhir ini penyakit tersebut mulai membesar sampai keluar melalui mulut bahkan sudah menjepit bagian gigi muka maupun gerahan atas dan bawah gigi bagian kiri mengakibatkan gigi saya tidak lagi berfungsi untuk mengunyak makanan.

Olehnya itu dengan merasa kekurangan,dirinya pun di antarkan oleh sang istri guna melakukan perawatan di RSUD Masohi pada bulan Agustus 2018 kemarin, namun setelah tiba di RSUD ada beberapa dokter yang melakukan pemeriksaan dan melakukan foto ronggen.

Dari hasil pemeriksaan tersebut dokter mengatakan kalau penyakit Tumor ganas yang saya derita ini tidak bisa di tangani oleh pihak Rumah Sakit dengan alasan bahwa belum ada dokter ahli guna penanganan kasus seperti ini maupun alat kesehatan yang memadai.Makanya dengan tidak tersedianya dokter ahli maupun alat kesehatan yang memadai di RSUD Masohi sehingga saya di anjurkan untuk rujuk ke salah satu rumah sakit di luar kota Masohi.

“ Dari anjuran dokter tersebut maka saya bersama Istri dan anak-anak yang hanya hidup dengan ekonomi yang serba kurang dan tidak memiliki keuangan yang banyak mengambil sikap untuk tidak di rujuk ke mana-mana dan hanya memasrahkan kepada kehendak Tuhan sang pencipta,”Ungkapnya.

Menyikapi penderitaan yang semakin hari semakin tersiksa ini, sang bapak Abdul Chair Lewenussa bersama istri dan anak-anak sangat berharap agar masyarakat dan pemerintah daerah baik di kabupaten berjuluk Pamahanunusa maupun Provinsi Maluku pada umumnya bisa mengulurkan bantuan guna dirinya bisa mendapat perawatan intensif di luar daerah,harapnya.(IN-18)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com