Politik

Mindset Menjadi Tukang Ojek Dan Becak Harus Dirubah

42044698_1906700729635499_257900365079379968_n

AMBON,MALUKU– Tak bisa dipungkiri,banyak masyarakat di Maluku terkhusus di Kota Ambon alih profesi menjadi Tukang Ojek dan Tukang Becak untuk mencari sesuap nasi bagi kebutuhan hidup keluarga.

Hal ini nyatanya menjadi keprihatinan dan perhatian serius seorang Mercy Chriesty Barends. Bertempat di Manise Hotel, Minggu sore (16/09/2018),dirinya adakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi 100 tukang ojek dan tukang becak di Kota Ambon. Kegiatan ini guna mendengar  dan mencari solusi lain merubah pemikiran mereka  memperbaiki tata kelola usaha yag lebih produktif dan berpenghasilan tetap.

“Mungkin bisa ada solusi. baik jangka pendek atau jangka panjang.Apakah kita bisa memperbaiki tata kelola usaha-usaha ekonomi mikro ditingkat bawah?Kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan dalam rangka alih profesi selain dari profesi menjadi tukang ojek dan tukang becak.Yakni,dengan adanya talenta yang dimiliki dibidang lain,bisa dikembangkan. Butuh kemauan dan semangat,butuh satu upaya bersama untuk merubah mindset dan pola pikir kita,terutama masyarakat Maluku khususnya Kota Ambon yang berprofesi demikian. Perlu bapak/ibu/adik-adik, tahu sekalian,Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini,bicara tentang Pancasla,UUD 1945,Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika,” tutur Barends.

42085507_1800846219964238_5282910654271848448_n

Politisi PDI Perjuangan ini lebih lanjut memaparkan,adanya ekonomi mikro untuk menopang perekonomian keluarga. Gagasan pertemuan ini,kita melakukan dialog bersama terkait dengan sosialisasi empat pilar melalui satu tema yang diharapkan bisa memotivasi usaha mikro ,kecil dan menengah bagi masyarakat  yang ada dibawah.

Tema sosialisasi empat pilar kita kali ini,yaitu memperkuat ekonomi mikro untuk menopang ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat kecil.

“Ini dilakukan karena dalam banyak kali proses di kota Ambon,Saya melihat sudah terjadi satu kejenuhan pasar ekonomi mikro.Tukang becak mulai bertaburan banyak, pangkalan-pangkalan tukang ojek mulai banyak dimana-mana sehingga pelaku-pelaku ojek ini, mulai bertambah banyak. Bersama perwakilan pemerintah  kota Ambon cq Dinas Koperasi dan UMKM,Piet Paliama selaku Kepala Bidang khusus yang membidangi UMKM ,kita mencoba banyak sekali berdiskusi dan mencari titik temu,ini sebenarnya inti persoalannya dimana.Kita harus cari akar masalahnya dan menyelesaikan dari hulu ke hilir. Tidak bisa sepenggal-sepenggal dan kita bisa melakukan upaya-upaya perbaikan terhadap persoalan-persoalan ekonomi masyarakat miskin kota,”ungkapnya.

Dirinya menilai,ini mengindikasikan dua hal.Pertama,karena tidak adanya penciptaan lapangan kerja baru,akhirnya orang tidak punya cara lain yang dilakukan selain menjadi tukang ojek dan tukang becak.Selama  diskusi berlangsung, mereka mengaku,tidak ada orang yang mau jadi tukang ojek dan tukang becak.Tetapi karena tidak ada pilihan,mereka harus survive harus hidup,baik untuk pribadi maupun keluarga.

Kedua,tuturnya lagi,ini bisa kita katakan sebagai pengangguran terselubung.Artinya, sebenarnya dia tidak punya pekerjaan yang sifatnya itu long term,settle dan tetap ,serta bisa menghidupi keluarga termasuk pada saat-saat yang sifatnya genting.Mereka cari hari ini,pakai hari ini,besok cari lagi.

“Sementara itu,anak-anak butuh untuk kehidupan sekolahnya,pendidikannya,kalau sakit bagaimana,kemudian kondisi-kondisi emergency yang lain,bayar kost dan lain-lain.Inikan kita harus pikirkan.Ditanya apakah akan alih profesi atau meng skill up usaha,mereka sangat senang sekali dan mau,tetapi karena tidak ada jalan,tidak tahu hendak memulai darimana,berakhir dimana,akses informasi bagaimana,permodalan,pelatihan dan seterusnya.Jadi,kita coba buka ruang dan diskusi tentang berbagai peran antara kita,”ujarnya.

Menurutnya,semua kebijakan harus diprogramkan,dalam kebijakan pemerintah daerah  dan in line bersama-sama,termasuk pihak ketiga yang lain. Ingatnya,kalau ada dana-dana non budgeter yang tidak dari APBD tetapi dari dana-dana CSR bank yang ada atau dari BUMN yang ada di kota Ambon,kenapa tidak,sepanjang dia berguna  untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Barends mengaku,hal-hal ini yang kita coba upayakan bersama dan Saya  senang sekali setelah diskusi ada satu gerakan baru,orang termotivasi untuk berpikir bahwa sudah harus keluar dari zona nyaman.

42044698_1906700729635499_257900365079379968_n

Masih kata dia,orang Ambon kebiasaan tidak mau diperintah,semua  maunya diurus sesuai kemauan diri sendiri,bekerja sendiri dan profesi tukang ojek sangat nyaman,tidak ada yang perintah dan lain-lain. Namun,inikan tidak cukup,hanya sekedar jadi tukang ojek atau tukang becak,dengan pendapa tan sangat fluktuatif dan tidak menentu.

“Tadi kita dorong untuk buat program-program modeling  dari rumah aspirasi kami.Kalau ada tukang ojek dan becak yang mau alih profesi, ayo beramai-ramai.Misalnya, program perbengkelan,jok mobil,pembuatan vas,dll.Dana-dana stimulankan dana-dana kecil,bukan dana-dana besar ,jadi  kalau kita dorong terus, mereka bisa survive dan modal bisa berputar,mereka  akan meninggalkan profesi yang lama dari tukang ojek,karena  ini sudah mulai settle dan running.Disamping itu,pemerintah punya tanggungjawab dan memfasilitasi  ,menyiapkan akses informasi ,mungkin membantu untuk pemasaran dan marketing,”bebernya.

Anggota Legislatif DPR RI daerah pemilihan Maluku ini menambahkan,spirit ini yang harus kita dorong dikalangan anak muda hingga menjadi tren setter ekonomi masyarakat kecil dengan ikon-ikon usaha baru yang produktif, memiliki nilai kompetitif dan miliki daya jual sehingga, semua tidak terjebak,jadi tukang ojek dan becak.

Jika paket-paket modeling yang telah disepakati dapat  kita kembangkan ujarnya,mereka  yang sukses akan menjadi motivator dan survivor,bagi teman maupun kerabatnya dengan dengan motivasi mereka bisa maka kita pun bisa demikian.

“ Suatu saat, kota Ambon diharapkan menjadi kota yang manis,menjadi ikon kota music  dan kota pariwisata yang luarbiasa.Kalau ini tidak diatur sejak dini,kota Ambon akan menjadi kota yang jenuh dengan  pasar ekonomi kecil,kota tukang ojek dan kota tukang becak,kota jual bensin eceran dan lain-lain.Pekerjaan-pekerjaan ini halal semua,tidak ada yang salah.Tetapi, tidak ada salahnya juga kita mengupgrade kualitas usaha mereka sehingga, pendapatan bisa meningkat,” ajaknya sembari berharap. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com