Hukum & Kriminal

Kapolres P.Buru,Akui Ada Pemalakan Penambang Emas Di Gunung Botak Oleh OTK

Bacok

Ambon,Maluku– Diduga kasus penganiayaan yang menyebabkan korban HJ Samat,(40 tahun),warga Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultara),penambang emas yang ditemukan mengalami luka bacok di lokasi sungai Anahoni Gunung Botak, Kabupaten Buru,pada Rabu (22/8/2018),merupakan korban pemalakan yang dilakukan oleh satu orang.

“Berkaitan dengan kasus penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka berat,di bulan Agustus,tahun 2018 ini tercatat hanya ada satu kasus. Diduga korban yang mengalami luka bacok di sungai Anahoni,Gunung Botak,dilakukan oleh pelakunya sama,kerena TKP berdekatan. Sehingga pihak Polres P.Buru masih mendalami alat bukti yang lain. Kemungkinan pemalakan dari pelaku,”ungkap Kapolres P.Buru,AKBP Adityanto Budi Satrio,SH,SIK,yang dikonfirmasi INTIM NEWS NEWS, melalui telephone selulernya,Jumat (31/8/2018)

 Perwira Polri berpangkat dua melati itu,mengakui hingga kini Polisi masih sulit untuk mengungkap pelaku pembacokan penambang asal Kendari,Sultra, dilokasi gunung botak tersebut. Pasalnya TKPnya berjauhan dengan jalan setapak.

“Kasusnya,saat ini masih dalam penyelidikan dan muda-mudahan dalam waktu dekat pelakunya bisa secepatnya dapat terungkap,”Ucap Budi Satrio.

40592199_331605377412543_2690153908310900736_n

Diketahui sebelumnya,Rabu (22/8/2018) sekitar pukul 16.00 WIT di sungai  Anahoni,tepatnya dipinggiran hutan pohon, warga penambang emas  emas gunung botak,menemukan adanya seorang korban pembacokan oleh oknum yang tidak dikenal (OTK). Korban pembacokan oleh OTK yang belakangan diketahui bernisial Hj Samat (40 tahun),warga asal  Kota Kendari(Sultra)

Informasi yang dihimpun INTIM NEWS dari sumber Kepolisian di P.Buru,Rabu (22/8/2018), menjelaskan , berdasarkan keterangan korban, sekitar pukul 09.30 WIT korban pulang sholat Idul Adha di Mesjit Wamsait,Desa Dava, melalui jalan gunung botak.

Setiba di penurunan gunung,tepatnya dilokasi hutan pohon sagu,sungai Anahoni,korban tiba-tiba dihampiri, oleh salah seorang yang tidak dikenal dan langsung membacok korban. Usai membacok korban,pelaku langsung melarikan diri ke dalam hutan pohon sagu

Korban yang dibacok oleh OTK akhirnya merasa tidak mampu dan jatuh di areal hutan pohon sagu sungai  Anhoni, sambil korban teriak mintak tolong dengan keadaan tidak berdaya.

Korban akhirnya berhasil ditemukan oleh saksi Hamit Masbait (29 tahun),penambang asal Desa Ilat,Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru.

Saat itu saksi sedang sedang beraktifitas penambangan manual di sungai anhoni yang sedang mendulang tiba-tiba, saksi mendengar teriakan tolong dan langsung saksi mendatangi arah suara teriakan yang berada di atas sungai anhoni  Hutan pohon sagu.

40537103_784708561880090_4041065781696397312_n

Setelah saksi melihat korban karena saksi merasa ketakutan dan saksi langsung teriak tolong kepada para penambang yang ada di sungai anhoni untuk mengangkat korban untuk di efakuasi untuk di bawa ke rumah sakit.

“Saat ini korban di bawah ke rumah sakit lala melalui jalur Teluk Kayeli. Sampai saat ini indentitas pelaku belum diketahui. Korban mengalami luka bagian lengan kanan hinga putus, luka bagian bahu kiri leher bagian belakang paha bagian kanan,” ungkap sumber Kepolisian Buru. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com