Kesehatan

Gerakan Wolrd Cleanup Day, 1000 Peserta Bersihkan Pantai di Kota Ambon Dari Sampah

1718092_20130523061258

Ambon,Maluku- Aksi kepedulian terhadap kebersihan dan pantai yang ada di Kota Ambon Provinsi Maluku,akan melibat kan sekitar 1.000 peserta,baik dari unsur pemerintah,aktivis,lembaga pendidikan dan lingkungan hidup,yang akan digelar pada puncak gerakan hari kebersihan sedunia (Wolrd Cleanup Day),yang berlangsung pada,Sabtu (15/9/2018) nanti.

Gerakan Wolrd Cleanup Day,yang dipelopori oleh Green Mollucas sebagai kominitas yang bergerak dalam bidang lingku ngan hidup,dikemas dalam aksi pembesihan beberapa lokasi pantai yang ada di Kota Ambon dari sampah. Lokasi-lokasi yang nantinya menjadi target dalam Gerakan Wolrd Cleanup Day, diantara,pesisir pantai Desa Rumah Tiga,Kecamatan Teluk Ambon,lokasi pantai di bawah Jembatan Merah Putih.

Sudah tentunya Gerakan Wolrd Cleanup Day akan melibatkan sekitar 1.000 peserta,juga akan diselingi dengan berbagai tampilan seni yang dilakukan secara sukarela sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di Maluku.

Humas Green Mollucas,Laura Tanalepy,dalam rilisnya yang diterima INTIM NEWS,Senin (3/9/ 2018),menjelaskan Gerakan Wolrd Cleanup Day, merupakan gerakan yang menghubungkan masyarakat dan organisasi diseluruh belahan dunia. Dengan tujuan  membuat bumi bersih dan bebas dari sampah.

“Gerakan ini pertama kali diinisiasi di Negara Estonia pada tahun 2018,oleh Let’s Do it World,dan saat ini sudah 128 negera yang tergabung dari target 150 negara. Gerakan serentak seluruh belahan bumi,ini lahirdari keprihatinan akan kondisi lingkungan yang semakin kritis akibat sampah,”tutur Laura Tanalepy.

Dikatakan,setiap tahun perkiraan sampah di dunia adalah 1,3 miliar dan 8 juta tonnya dibuang ke laut. Hal ini tentunya sebagaimana penelitian yang dilakukan Plastic Soup Foundation,kondisi sampah  dilaut seperti melemparkan ke dalamnya,112,123 pesawat boing 739 er 900. Hal ini menunjukan betapa krusialnya masalah lingkungan hidup yang mengancam lingkungan alam ini.

“ Tanggal 15 September 2018,kemudian ditetapkan sebagai hari aksi bersih-bersih sedunia dan 380 juta penduduk dunia diharapkan terlibat didalamnya. Gerakan Wolrd Cleanup Day,kemudian berkembang samapi diberbagai negara termasuk di Indonesia,”Ungkapnya.

Lanjut dikatakan,Wolrd Cleanup Day di Indonesia diperkenalkan oleh Let’s Do it World, pada tahun 2014, yang dibentuk oleh Leader Indonesia yang merupakan alumni Let’s Do it World Conference,di Filipina. Gerakan ini merupakan kampanye positif untuk mengajak masyarakat Indonesia sadar,peduli, kritis terhadap lingkungan.

Maluku turut mengambil langkah aktif untuk terlibat dalam peranan positif bagi lingkungan ini. Green Mollucas sebagai salah satu komunitas yang bergerak dlam bidang lingkungan hidup,menjadi koordinator aksi di Maluku.

“Berbagai kegiatan pra ivent dilaksanakan,antara lain,rod show yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2018,disekolah,kampus maupun lembaga rohani,untuk memperkenalkan aksi ini, serta menggalang dukungan dan volunteer. Selain itu,penyelenggaraan kegiatan Pandu Laut Nusantara tahun pada 19 Agustus 2018 lalu,aksi bersih mangrove dan sungai,Talshow dengan para pemangku jabatan,aktivis lingkungan dan berbagai kalangan,yang rencananya akan dilaksanakn tanggal 12 September 2018. Sedangkan kegiatan tanam pohon merupakan kegiatan pasca ivent,”Tandasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com