Hukum & Kriminal

Di Periksa Sebagai Saksi, Istri Walikota Ambon dan 4 Mantan Pejabat Mangkir dari Panggilan Polisi

DPRD

Ambon,Maluku– Bergulirnya kasus dugaan tindak pindana korupsi anggaran perjalan dinas Kota Ambon, yang menelan anggaraan Rp 6 Miliar rupiah, oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, kembali mengagendakan pemeriksaan saksi kepada 5 orang saksi yang pernah menjabat selaku Pejabat Tinggi Pemerintah Kota Ambon tahun 2011.

5 orang saksi yang diagendakan untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh pihak Penyidik Polisi,pada Rabu (12/9/2018), diantaranya Istri Walikota Ambon,Ny Debby Louhenapessy,Mantan Kabag Hukum Pemkot Ambon,Ekliopas Silooy,yang saat ini telah menjabat selaku Sekwan DPRD Kota Ambon,mantan Kadis Perhubungan Morits Lantu,Johanes Sopacua,Joseph Lilipory dan Ny Adonia Mail.

“Tadi (Rabu-red) sesuai agenda pemeriksaan ada lima saksi mantan Pejabat Pemkot Ambon yang dipanggil oleh penyidik, tetapi tidak hadir. Karena mereka tidak hadir sehingga akan kami jadwalkan dan akan panggil lagi. Untuk pemanggilan pemeriksaan kepada ke lima mantan pejabat Pemkot Ambon tersebut,penyidik Polisi telah melayangkan surat pemberitahuan kepada Pa Walikota Ambon,Richard Louhenapessy,” jelas Paur Subbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Y Markus Leinussa kepada wartawan, Rabu (12/9/2018).

Dikatakan,selain agenda pemeriksaan 5 orang saksi yang merupakan mantan pejabat Pemkot Ambon yang didalamnya tercantum nama istri Wali Kota Ambon,penyidik Polisi juga akan melayangkan kembali surat pemanggilan pemeriksaan kepada Mantan Bendahara Pengeluaran Sekertariat Pemerintah Kota Ambon,Josias Aulele.

“Pada pemeriksaan minggu kemarin,Pa Josias Aulele yang diperiksa oleh penyidik Polisi tidak satu pun membawa dokumen-dokumen bukti perjalanan dinas pimpinan Kota Ambon. Sehingga penyidik akan kembali melakukan pemeriksaan kembali terhadap Pa Josias Aulele.Usai pemeriksaan ulang kepada Pa Josias barulan penyidik Polisi kembali melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan kepada Sekertaris Kota Ambon,A,G.Latuheru. Yang jelas penyidik Polisi tidak main-main dengan kasus SPPD fiktif Pemkot Ambon tahun 2011,”ungkap Leinussa.

Disinggung mengenai pemeriksaan maskapai penerbangan di Jakarta, Paur Subbag Humas mengatakan, dua maskapai saja yang sudah diperiksa, yaitu Garuda Indonesia dan Sriwijaya. Namun, dia enggan menjelaskan detail soal hasil pemeriksaan pihak maskapai.

“Dua maskapai juga telah diperiksa saat tim ke Jakarta. Harusnya tiga maskapai tetapi karena Batavia sudah pailid sehingga yang diperiksa hanya dua maskapai saja,” ungkapnya.

Untuk SPPD ini, lelaki dengan satu balok di pundak ini menegaskan, pihaknya tidak akan main-main dalam mengungkapkan kasus ini. Pihaknya, lanjut dia bahkan telah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“SPDP sudah itu.  Kita kirim dua bulan lalu. Tidak mungkin kami main-main. Sudah diserahkan dan ekespedisi kami jelas ada,” katanya

Lanjut dikatakan,selain pemeriksaan saksi untuk SPPD Fiktif Pemkot Ambon,penyidik Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang Anggota DPRD Kota Ambon baik aktif maupun yang sudah purna tugas, dalam kasus SPPD fiktif Sekertarit DPRD Kota Ambon. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top