Hukum & Kriminal

BNNP Maluku Gandeng Masyarakat dan Insan Pers Berantas Narkoba

42576280_284730445476809_3533792004729208832_n

AMBON,MALUKU– Dalam upaya pencegahan terhadap bahaya peyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obat Terlarang  (Narkoba) di Maluku,Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku lakukan asistensi penguatan wawasan anti narkoba dengan sasaran instansi swasta di kota Ambon,Rabu(26/09/2018), di Golden Palace Hotel Ambon.

Kepala BNNP Maluku Brigjen Pol,M.Aris Purnomo mengatakan,melalui kegiatan ini dirinya berharap bisa terbangun kesera gaman pemahaman dan wawasan semua stakeholder swasta,terkait anti narkoba dan langkah pencegahan,pemberantasan, penyalahgunaan,serta peredaran gelap narkoba di instansi masing-masing sejak dini.

Aris Purnomo menuturkan,berbagai instansi swasta mulai dari pihak hotel,pemilik karaoke,jasa pengiriman barang,yayasan dan Pers,turut dilibatkan dalam kegiatan ini. Pasalnya,dalam upaya pemberantasan narkoba,BNNP Maluku tidak dapat bekerja sendiri,tetapi membutuhkan kerjasama dan sinergitas bersama.

Dengan begitu, angka penggunaan narkoba sebesar 27.940 orang di Maluku pada tahun 2017 dan 70 kasus narkoba pada pertengahan tahun 2018 ,berangsur menurun.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri harus ada kerjasama dan melibatkan semua pihak,termasuk swasta.Apalagi dalam hal ini,Saya masih terhitung baru dalam BNNP Maluku pasca dilantik bulan Agustus lalu.Lewat asistensi ini ,kita bisa lebih banyak berdiskusi serta bertukar ide dan bersinergi terhadap bahaya narkoba,”tandasnya.

Dirinya mengaku,tak ada satupun wilayah di Indonesia yang bebas dari narkoba termasuk juga provinsi Maluku.Menjadi penyasarnya mulai dari anak-anak,bahkan penegak hukum seperti oknum TNI/Polri/Hakim dan juga pejabat pemerintah swasta serta masyarakat yang terjerat dengan barang haram ini.

Sebutnya,angka terkini penyalahgunaan narkoba di Indonesia kurang lebih 5 juta orang dari 250 juta jiwa di Indonesia,atau 40 sampai 50 orang meninggal dunia per hari karena narkoba dan kerugian mencapai kurang lebih Rp 63,1 triliun.

Dia menambahkan,nantinya akan dibuat website sebagai media informasi tentang bahaya narkoba,serta cara penanggulannya juga hal-hal lainya yang berisi artikel tentang giat narkoba di kota Ambon dan Maluku.

“Akan terus ada kolaborasi dengan sekolah dan kampus untuk melakukan penguatan penyalagunaan narkoba,dengan mendorong Dinas Pendidikan provinsi Maluku agar mempercepat penyusunan kurikulum dengan memasukan pendidikan anti narkoba didalamnya,”tuturnya.

Kata dia,dengan adanya materi ini dirinya berharap agar nantinya bisa disosialisasikan ke lingkungan kerja,tempat tinggal masing-masing,tujuan untuk mencegah penyebaran narkoba,supaya kesehatan semua kalangan bisa terjamin,karena bahaya narkoba ini cukup mengkhawatirkan. (MG-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com